Lagi, Jurnalis jadi Korban Pembungkaman

Selasa, 27 Desember 2011 | 18:31 WIB
RN
B
Penulis: Ratna Nuraini | Editor: B1
Unjuk rasa menolak pembungkaman pers oleh aparat atau kelompok masyarakat tertentu.
Unjuk rasa menolak pembungkaman pers oleh aparat atau kelompok masyarakat tertentu. (Antara Foto)
Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di tanah air, hari ini. Lagi-lagi, korbannya adalah jurnalis The Rote Ndao News Dence Henukh.

Dance menuturkan kepada Beritasatu.com, rumah keluarganya yang terletak di Desa Kuli, Rote, NTT sekitar pukul 18.00 WITA dilempari molotov oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

Pelemparan bom molotov di rumah orang tua Dance hari ini hanya berselang sekitar dua pekan dari aksi kekerasan serupa yang dialaminya.

Pada Sabtu (10/12) lalu, rumah Dance di Desa Kuli juga dilempari molotov oleh sekelompok orang. Akibat peristiwa tersebut, putri Dance, Gino Novitri Henukh (1 bulan) yang tengah menderita sakit dan mendapat perawatan di rumah meninggal dunia.
juga
Teror yang dialami Dance itu masih berlanjut pada Senin (12/12). Aksi serupa kembali terjadi, hingga mengakibatkan rumah yang dia tinggali bersama seorang istri dan dua anaknya itu habis terbakar.

Akibat peristiwa itu, Dance terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya di desa lain yang berjarak sekitar 8 kilo dari rumahnya yang kini sudah rata dengan tanah.

Teror terhadap Dance mulai terjadi sejak dirinya melakukan peliputan dan menurunkan sejumlah laporan tulisan dugaan penyimpangan penggunaan anggaran di Desa Kuli. Yakni, terkait pembangunan rumah translokasi senilai Rp3,1 miliar yang fisiknya dinilai tidak sesuai, tentang gizi buruk, dan program pembangunan sumur dan WC.

"Saat ini aparat kepolisian sudah berada di lokasi rumah orang tua saya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon