Cuma Maluku Utara Steril dari Flu Burung

Kamis, 29 Desember 2011 | 17:43 WIB
DS
B
Penulis: Dessy Sagita/RIN | Editor: B1
Lalu lintas unggas di Indonesia Timur masih rendah sehingga potensi penularan virus flu burung juga kecil.

Setelah  bertahun-tahun bergelut dengan masalah flu burung, Indonesia tetap  menjadi hotspot bagi penyakit ini dengan hanya tersisa satu provinsi yang belum menjadi daerah endemis, yakni Maluku Utara.

Sampai akhir 2011 kasus flu burung pada unggas terus terjadi hampir merata.

Muhammad Azhar,  Koordinator Pengendali Penyakit Avian Influenza Pusat di Ditjen Peternakan, Departement Pertanian mengatakan, bahwa saat ini tercatat  hanya provinsi Maluku Utara yang masih bebas flu burung.

Sementara 32  provinsi lainnya sudah pernah melaporkan kasus positif flu burung dan  tidak mustahil bisa berulang.

"Provinsi  Gorontalo yang dulunya bebas flu burung sejak Maret 2011 sudah termasuk  daerah endemis juga," ujar Azhar di Jakarta, hari ini.

Rita  Kusriastuti, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang  mengatakan, sangat sulit melenyapkan potensi flu burung di Indonesia.

Ini terjadi  karena banyak sekali masyarakat yang memiliki peternakan di pekarangan  atau backyard farming.

"Selain itu  Indonesia tetap menjadi hotspot bagi perkembangan flu burung, karena kasus yang terjadi pada manusia sama sekali tidak terduga dan tidak bisa dilacak asalnya dari mana," ujarnya.

Azhar  menambahkan, bahwa backyard farming adalah potensi terbesar penularan flu burung dari manusia ke unggas.

Ini terjadi karena ayam atau unggas lain dibiarkan berkeliaran secara bebas dan kemungkinan untuk kontak dengan  manusia lebih besar pula.

Lebih lanjut  Azhar mengatakan, bahwa daerah dengan potensi infeksi flu burung terbesar  ada di sebagian besar Pulau Jawa, Lampung, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan.

Sementara daerah dengan potensi infeksi flu burung terendah ada di Indonesia bagian timur.

"Daerah bagian  timur selain populasi tidak sepadat di bagian lain, lalu lintas  unggasnya juga tidak sekompleks daerah lain, sehingga kemungkinan  penyebaran penyakit lebih kecil," ujarnya.

Makanya meskipun situasi sekarang sudah lebih membaik dari puncak flu burung tahun 2007, masyarakat tetap harus waspada.



 










Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon