Anggota DPR: Pembekuan Rute AirAsia Terburu-Buru
Rabu, 7 Januari 2015 | 19:30 WIB
Jakarta - Proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 hingga kini masih berlangsung. Sedikitnya sudah 40 korban yang ditemukan.
Namun demikian, di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, pemerintah malah sibuk membekukan rute penerbangan AirAsia Surabaya-Singapura.
"Keputusan pembekuan rute AirAsia itu terburu-terburu, di tengah proses evakuasi yang sedang berjalan," kata Anggota Komisi V DPR, Ridwan Bae, Rabu (7/1).
Ridwan menilai, bila ilegal, mengapa Singapura justru turut memberikan izin AirAsia dengan memberikan slot parkir (memberikan approval).
"Logikanya setiap penerbangan sebuah pesawat tentu perlu adanya koordinasi semua pihak dan dipantau oleh semua regulator penerbangan internasional," ujarnya.
Diyakini, setiap pilot juga tidak akan berani menerbangkan pesawat jika tidak ada koordinasi dari menara kontrol ATC.
Pascajatuhnya AirAsia, Ridwan menyarankan, agar Menteri Perhubungan (Menhub) jangan menambah masalah. Sebaiknya Menhub juga akui kesalahannya dan minta maaf sama semua pihak lalu segera lakukan pembenahan internal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




