Aksi Balasan "Je Suis Charlie", 19.000 Situs Prancis Diserang

Sabtu, 17 Januari 2015 | 03:47 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Server Le Parisien yang gagal berfungsi karena serangan DDoS (Distributed Denial of Service).
Server Le Parisien yang gagal berfungsi karena serangan DDoS (Distributed Denial of Service). (ist)

Paris - Prancis berada dalam serangan peretas sejak penyerangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo pekan lalu. Menurut pimpinan pertahanan siber untuk militer Prancis telah terjadi serangan terhadap setidaknya 19.000 situs hingga saat ini.

Jenderal Arnaud Coustilliere, Jumat (16/1), mengatakan bahwa ribuan situs Prancis berada dalam serangan siber yang merupakan aksi balasan terhadap jutaan masyarakat yang menghadiri long march "Je Suis Charlie" di Paris.

Situs seperti 20 Minutes, Mediapart, France Info, Le Parisien dan L"Express semua mendapatkan serangan tersebut. Serangan-serangan tersebut beragam sifatnya dari penutupan situs hingga penyusupan dan menempatkan simbol yang terkait dengan grup jihad di halaman depan.

Menurut Coustilliere situs yang menjadi korban terdiri dari situs pengantaran pizza hingga situs resmi seperti situs militer.

"Ini adalah pertama kalinya negara Prancis mengalami serangan secara begitu besar," kata Coustilliere.

Menurut The Telegraph, Prancis telah dihantam oleh lebih dari 1.000 serangan DDoS (distributed denial of service) selama 24 jam terakhir. Serangan ini membuat server tak bisa bekerja karena dibanjiri dengan permintaan sehingga gagal memuat data yang diinginkan pengguna.

Serangan tersebut memang hanya seperempat dari serangan yang diterima Amerika Serikat. Mungkin terdengar tidak begitu banyak karena AS memiliki server 30 kali lebih banyak dibanding Prancis, sehingga beban serangan yang dihadapi server Prancis jauh lebih besar dibandingkan server di AS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon