Bahan Tambahan di Minuman Ringan Bukan Pemicu Rusaknya Ginjal

Jumat, 30 Januari 2015 | 15:23 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Ilustrasi minuman berenergi
Ilustrasi minuman berenergi (foxnews.com)

Jakarta - Untuk menambah cita rasa produk minuman, para produsen kerap menambahkan bahan tambahan pangan (BTP) seperti pemanis buatan, pengawet, pewarna, dan juga karbonasi atau CO2 untuk minuman bersoda.

Oleh sebagian besar masyarakat, BTP tersebut sering dianggap sebagai biang keladi munculnya berbagai macam penyakit tidak menular (PTM) yang berbahaya, seperti diabetes melitus, kerusakan ginjal, hipertensi, dan juga obesitas. Tapi pendapat tersebut disanggah Pakar Teknologi Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Made Astawan.

Menurut Made, semua BTP sudah masuk kategori food grade. Artinya telah diuji keamanannya dan aman untuk dikonsumsi.

"Dalam produk minuman ringan, komposisi utamanya tetaplah air. Jumlahnya berkisar antara 85-99 persen. BTP ini hanya ditambahkan dalam jumlah yang sangat sedikit untuk membuatnya lebih enak dikonsumsi," kata Made Astawan, di Jakarta, Jumat (30/1).

Ditambahkan Lucky Aziza Bawazier dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia, risiko PTM yang selalu dihubungkan dengan BTM sebetulnya belum pernah dibuktikan. Karena memang penyebab PTM itu multifaktor.

"PTM tidak bisa dikaitkan dengan satu penyebab tunggal. Misalnya saja kerusakan ginjal. Faktor penyebabnya itu sangat banyak seperti kurang minum, sering menahan buang air kecil, hingga konsumsi obat. PTM ini bisa timbul karena asupan gizi yang tidak seimbang dan juga kurang bergerak," ungkapnya.

Di sisi lain, Made juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan label gizi pada kemasan produk. Karena tanpa disadari, banyak makanan dan minuman lain yang per porsinya justru mengandung kalori lebih banyak dibandingkan satu porsi minuman bersoda.

"Contohnya saja minuman yogur yang katanya lebih menyehatkan. Kandungan kalorinya itu justru lebih tinggi dibandingkan minuman bersoda," ungkap Made.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon