Indonesia Kecam Serangan di Semenanjung Sinai

Sabtu, 31 Januari 2015 | 15:35 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Jabar Peduli Mesir memasang poster Presiden Mesir yang dikudeta, Muhammad Mursi di depan gedung Merdeka, Bandung, Minggu (18/8).
Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Jabar Peduli Mesir memasang poster Presiden Mesir yang dikudeta, Muhammad Mursi di depan gedung Merdeka, Bandung, Minggu (18/8). (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Jakarta - Indonesia mengecam serangkaian serangan keji yang dilancarkan kelompok militan di El Arish, Provinsi Sinai Utara, Mesir pada Kamis (29/1) malam, yang menyebabkan korban tewas dari pihak militer dan warga sipil, serta sejumlah warga lainnya luka-luka.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/1).

Pemerintah Indonesia menyampaikan simpati yang mendalam kepada Pemerintah Mesir dan keluarga korban serta berharap perlindungan terhadap warga sipil dapat dipastikan.

Berdasarkan hasil koordinasi Kemlu RI dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, tidak terdapat laporan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan tersebut.

Pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dan memantau dari dekat kondisi di Mesir melalui KBRI di Kairo.

Selain itu, para WNI di Mesir diimbau untuk terus waspada dan berhati-hati serta selalu menjalin komunikasi dengan KBRI Kairo, melalui para perwakilan Indonesia Nugroho Aribimo pada nomor telepon +201 024 636 090, serta sesama warga Indonesia lainnya.

Sebelumnya, Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat (30/1) juga mengutuk keras serangan di Semenanjung Sinai Utara, Mesir itu.

Di dalam siaran pers yang dikeluarkan di Markas PBB, New York, badan paling tangguh di PBB itu menggaris-bawahi perlunya untuk menyeret para pelaku dan penyelenggara serangan tersebut ke pengadilan.

DK PBB juga mendesak semua negara agar bekerjasama dengan Pemerintah Mesir dalam upaya tersebut.

"Anggota Dewan Keamanan kembali menegaskan aksi teror dalam segala bentuk dan wujudnya merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap keamanan dan perdamaian internasional, dan setiap serangan teror adalah kejahatan dan tak bisa dibenarkan apa pun alasannya, di mana pun dan kapan pun terjadinya serta siapa pun pelakunya," kata pernyataan itu.

Pada Kamis malam, anggota kelompok gerilyawan menembakkan beberapa roket dan meledakkan bom mobil dengan sasaran kompleks keamanan di Arish, Ibu Kota Provinsi Sinai Utara, sehingga menewaskan 33 orang dan melukai puluhan orang lagi. Serangan itu meluas ke dua pos besar pemeriksa keamanan di Kota Rafah, yang berdekatan.

Mesir belum lama ini telah memperpanjang larangan orang keluar rumah di banyak wilayah Sinai Utara selama tiga bulan lagi akibat situasi keamanan yang tidak stabil di daerah tersebut dan kemunculan kembali serangan yang ditujukan kepada kompleks serta personel keamanan.

Pemerintah Mesir juga telah mengosongkan rumah di garis perbatasan dengan Jalur Gaza untuk menciptakan zona penyangga dan meningkatkan operasi militer anti-teror di bagian utara semenanjung itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon