Anniesa Hasibuan
Ketagihan Mendesain Baju
Sabtu, 21 Februari 2015 | 06:17 WIB
Berawal dari rasa tidak puas terhadap baju muslim yang dibelinya, pemilik PT First Anugrah Karya Wisata (First Travel), Anniesa Hasibuan mendesain baju untuk dipakai sendiri. Lambat laun, ia ketagihan untuk mendesain baju. Terlebih, banyak orang yang menganggumi karyanya. Tak heran, apabila mendesain baju kini menjadi hobi yang dijalaninya ketika waktu senggang.
Anniesa mengaku saat ini tak hanya hanya mendesain baju diri sendiri, tapi juga untuk seluruh anggota keluarga, termasuk sang suami, Andika Surachman. Ketagihannya terhadap hobi tersebut pun semakin menjadi setelah sang suami kerap memuji hasil karyanya.
Ciri desainnya sangat kental dengan ornamen blink-blink dan glamour. Hal tersebut berkat penggunaan payet dan swarovski yang diaplikasikan hampir pada setiap rancangannya. Anniesa juga lebih senang menggunakan bahan sutera, brokat, dan velvet, sehingga menambah kesan mewah pada busana yang dibuatnya.
Selain sang suami, karya desainnya ternyata juga dikagumi oleh orang lain. Bahkan, setiap ia memakai baju hasil desain sendiri, banyak orang yang bertanya mengenai pakaiannya. "Beli di mana? Ketika saya jawab, hasil desain sendiri. Mereka selalu merespons positif. Itu yang membuat saya senang dan semakin ketagihan untuk mendesain baju sendiri," ungkap Anniesa di Jakarta, belum lama ini.
Karyanya juga diapresiasi oleh sebuah yayasan di London, Inggris. Bahkan, yayasan tersebut telah mengajaknya untuk melakukan fashion show dalam sebuah acara amal yang diadakan di London pada 21 Maret mendatang. Setidaknya, ada 11 baju karyanya yang akan diperagakan pada ajang tersebut.
Ajakan untuk tampil di ajang itu ternyata menyulut keyakinannya untuk menggeluti bisnis di bidang fashion. Bahkan, usai fashion show, Anniesa mengaku akan membuka butik yang menjual pakaian hasil desainnya di Jakarta dan di London.
"Dengan menggadangkan merek Anniesa Collection, saya telah mempersiapkan sebuah tim untuk membangun bisnis tersebut. Saya ingin serius di bisnis ini. Karena, saya bisa tetap menyalurkan hobi, sembari menghasilkan uang," tambahnya.
Jatuh-Bangun Berbisnis
Berbicara tentang bisnis, hal itu bukan merupakan hal baru bagi Anniesa. Bersama sang suami, ia telah berhasil membangun bisnis di bidang biro jasa perjalanan umrah yang beromzet sekitar US$ 40 juta. Perempuan berusia 28 tahun ini bersama suaminya memulai usaha di bidang travel dengan membuka CV First Karya Utama pada 1 Juli 2009.
Uniknya, awalnya, mereka berdua tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman soal bisnis biro perjalanan. Namun, hal tersebut tidak menjadi rintangan. Sebab, dia berprinsip, semua bidang bisa dipelajari, terlebih dengan bantuan internet. Mereka pun mulai menawarkan jasa biro perjalanannya dengan menelepon semua nomor kontak yang ada di buku Yellow Pages.
"Akhirnya, jalanlah bisnis tersebut dengan melayani hal-hal kecil, mulai dari melayani pembelian tiket hingga membawa rombongan wisatawan domestik. Saya bertindak sebagai marketing yang ikut mencari klien. Suami saya adalah semangat sekaligus partner dalam berbagai hal," ungkap Anniesa yang mengaku kenal suaminya, Andika, sejak duduk di bangku SMP.
Pada 2011, biro perjalanan miliknya ditantang oleh salah satu pelanggannya untuk menangani perjalanan umrah dan mengikuti tender di Bank Indonesia (BI). Merasa tertantang, Aniesa dan suami berusaha untuk mempelajari sedetail mungkin mengenai perjalanan umrah melalui internet. Dengan modal tersebut, akhirnya, ia memberanikan diri untuk mengikuti tender umrah dan ternyata malah ditunjuk sebagai biro perjalanan para karyawan BI untuk 100-an orang.
"Kami beruntung karena mendapat rekanan di sana yang jujur dan kerjanya bagus, sehingga klien kami puas. Itulah awal kami berdua merasa bahwa umrah ini menjadi bisnis utama dari usaha kami," katanya.
Setelah itu, usahanya terus berkembang seiring dengan bertambahnya klien perjalanan umrahnya, yaitu Pertamina dan instansi-instansi besar lainnya. CV First Karya Utama akhirnya diubah menjadi PT First Anugrah Karya Wisata (First Travel). Perlahan tapi pasti, perusahaan yang dibangunnya mulai sukses dalam bisnis perjalanan umrah.
Pada 2012, perusahaannya hanya berhasil memberangkatkan 800-900 orang untuk umrah. Namun setahun berikutnya, jemaah bertambah menjadi 3.600 orang. Tahun 2014, First Travel telah memberangkatkan 15.700 orang. Tahun ini, ada 35.000 sampai 38.000 calon jemaah yang akan diberangkatkan umrah.
Meski kini telah berkembang pesat, Anniesa mengaku sempat jatuh-bangun dalam membesarkan usahanya. Ia dan suaminya sempat kerap menjadi korban penipuan yang sebagian besar justru dilakukan oleh orang dekat dan kepercayaannya. Namun, dengan pembuktian, semua hambatan bisa diatasi dan bisnisnya pun semakin membesar. Alhasil, First Travel kini semakin mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan.
"Untuk itu, bagi kaum muda yang ingin merintis usaha jangan pernah menyerah di saat titik terendah. Kita harus bangkit lagi," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




