Demi TKI Terampil, BNP2TKI Gandeng SMK Berbasis Pesantren
Minggu, 1 Maret 2015 | 20:27 WIB
Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menggandeng SMK berbasis Pesantren untuk meningkatkan pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri.
Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi moratorium pengiriman TKI penata laksana rumah tangga (PLRT), yang selama ini dikenal sebagai PRT.
"Kita sambut dengan gembira dan penuh suka cita, keinginan Bapak Presiden (Jokowi) untuk menstop pengiriman PLRT pada tahun 2017. Ini berarti peluang bagi alumni SMK untuk mengisi market peluang TKI terampil ke luar negeri," ujar Nusron Wahid, kepala BNP2TKI, dalam keterangannya, Minggu (1/3).
Menurut Nusron, pertemuan tersebut dilakukan untuk menjajaki potensi pasar tenaga kerja di luar negeri bagi lulusan SMK. Sebab, menutup PLRT bukan berarti menutup hak dan kesempatan warga negara untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Tapi justru ingin mencarikan akses pekerjaan yang jauh lebih layak dan penghasilan lebih tinggi.
Kata Nusron, adalah fakta bahwa ada jutaan orang yang hanya lulusan SD dan SMP, yang belum bisa mengakses pekerjaan non-PLRT.
"Nah itu menjadi PR pemerintah untuk meng-upgrade dan meningkatkan skill mereka. Salah satu konsepnya dengan meramu kurikulum pokok SMK, untuk bahan pelatihan," jelasnya.
Nusron yakin kalau program itu berjalan, maka dalam waktu singkat bisa mengubah wajah PLRT menjadi TKI memiliki skill dan berpotensi mendapat penghasilan tinggi.
"Tinggal masalah problem bahasa, harus kita genjot di dalam program itu nanti. Insya Allah," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




