JK Sebut Kematian Dua Anggota TNI di Aceh Bukan Aksi Separatisme
Jumat, 27 Maret 2015 | 16:49 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyebut penculikan berujung kematian terhadap dua anggota intelijen Kodim 0103 Kabupaten Aceh Utara bernama Sersan Satu Indra dan Sersan Hendri, bukanlah ulah kelompok separatis.
Sebaliknya, JK menyebut aksi sadis tersebut murni tindakan kriminal. "Di Aceh, itu (pembunuhan) lebih (kaitannya) kepada kriminal," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (27/3).
JK menjelaskan, berdasarkan penelusuran, aksi yang menewaskan dua anggota TNI tersebut adalah upaya perampokan yang kemungkinan menggunakan senjata (pistol) lama.
"(Itu tindakan) kriminal dan ada beberapa oknum yang merampok memakai senjata. Mungkin ada senjata lama, mungkin dipakai itu. Saya cek ke Wakapolri intinya seperti itu, dan yang satu tentang narkoba, kriminal juga kan," ungkapnya.
Seperti diketahui, dua anggota intelijen Kodim diberitakan diculik oleh belasan anggota dari kelompok bersenjata di Dusun Alue Mbang, Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Penculikan tersebut diketahui setelah mobil Kijang kapsul yang dikendarai keduanya ditemukan tanpa penumpang di kawasan sepi di pedalaman Aceh Utara pada Senin (23/3).
Sehari kemudian, kedua orang tersebut ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa dan hanya mengenakan celana dalam di Desa Bate Pilah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. Di lokasi tersebut, ditemukan 12 butir selongsong peluru AK 47 dan 3 butir selongsong jenis M-16. Kelompok Din Minimi diduga berada di aksi tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




