Operasi Simpatik, Polisi Kedepankan Tindakan Persuasif
Rabu, 1 April 2015 | 11:26 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya mengedepankan kegiatan persuasif dalam pelaksanaan Operasi Simpatik Jaya 2015. Jika ada pelanggaran, pengendara tidak ditilang, melainkan ditegur.
"Yang berkaitan dengan tilang tidak kita laksanakan, karena ini Operasi Simpatik. Kedepankan persuasif simpatik. Ada pelanggaran kita tegur. Jadi untuk penilangan tidak ada. Manakala ada masyarakat yang melakukan pelanggaran, maka lebih banyak kita lakukan teguran," ujar Unggung, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Jaya 2015, di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/4).
Unggung menyampaikan, ada 2.200 personel gabungan yang diturunkan dalam Operasi Simpatik Jaya 2015. Para personel akan melakukan pengaturan dan penjagaan tiap lima jam, bergantian dari pagi hingga malam.
"Kemarin sudah kumpulkan jajaran lalu lintas, polanya dirubah. Pagi berangkat apel jam 05.30 WIB. Pagi sampai siang lima jam, siang sampai malam lima jam. Setiap selesai tugas kita evaluasi," ungkapnya.
Ia menyampaikan, evaluasi dilakukan untuk mengecek setiap anggota terkait tugas yang dilaksanakan, agar dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap kinerja polisi lalu lintas.
"Jadi kita evaluasi, mana anggota yang melakukan peneguran. Untuk mengecek masing-masing anggota, kita ubah image agar tidak seperti kemarin (polisi marah-marah di atas bus Transjakarta). Evaluasi dilakukan setiap selesai laksanakan tugas," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




