Pria Bersenjata Serang Universitas di Kenya, 2 Tewas dan Puluhan Luka

Kamis, 2 April 2015 | 14:57 WIB
LY
B
Penulis: Lis Yuliawati | Editor: B1
Sejumlah warga berjalan di dekat Garissa University
Sejumlah warga berjalan di dekat Garissa University (Istimewa)

Polisi mengatakan setidaknya dua orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka ketika kelompok bersenjata menyerang Garissa University, di Kenya, Kamis dini hari.

Pejabat Palang Merah Kenya mengatakan, sedikitnya 30 orang dibawa ke rumah sakit lantaran mengalami luka tembak.

Polisi Musa Yego mengatakan polisi dan militer mengepung gedung dan mencoba mengamankan daerah di Kenya timur.

Kenya's National Police Service mengatakan dalam pernyataannya bahwa penyerang bersenjata memaksa masuk ke dalam kampus dengan menembaki penjaga, hingga memicu "baku tembak" dengan polisi yang menjaga asrama mahasiswa. Para penyerang berhasil masuk ke dalam.

Polisi dan anggota badan keamanan lainnya "terlibat dalam proses sulit menghalau pria bersenjata dari asrama," kata pernyataan itu.

BBC melaporkan, saksi mengatakan kepada media setempat bahwa orang-orang bersenjata menyerang sebuah masjid kampus saat salat subuh.

Saksi lainnya mengatakan kepada BBC bahwa pria bersenjata "tidak pandang bulu dalam serangan mereka, mereka menembak semua orang yang dilihatnya."

Wilayah utara dan timur Kenya, yang berbatasan dengan Somalia, mengalami gangguan oleh sejumlah serangan. Kelompok al-Shabaab, kelompok Islam terkait Al Qaeda dari Somalia, dituduh berada di balik serangan itu.

Kelompok militan bersumpah membalas Kenya lantaran mengirim tentara ke Somalia untuk memerangi militan. Kenya mengirim militernya ke sana pada 2011 untuk memerangi al-Shabaab menyusul serangan di perbatasan.

Bulan lalu, al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan di daerah Mandera di perbatasan Somalia, yang mengakibatkan 12 orang meninggal. Empat orang di antaranya tewas dalam serangan terhadap konvoi Gubernur Mandera County Alli Roba.

Al-Shabaab melakukan serangan besar-besaran di Mandera tahun lalu. Para militan membajak bus dan membawa 28 orang non-Muslim lalu memaksa mereka berbaring di tanah lantas menembak mati mereka. Sepuluh hari kemudian, 36 orang pekerja tambang non-Muslim tewas ditembang ekstremis.

Statistik polisi menunjukkan bahwa 312 orang tewas dalam serangan al-Shabaan di Kenya sejak 2012 hingga 2014. Pada periode yang sama 38 orang tewas dan 149 orang luka-luka di Garissa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon