Danrem Biak: Situasi Keamanan di Puncak Jaya Kondusif

Senin, 6 April 2015 | 08:19 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Sejumlah angoota TNI/Polri mengamankan bendera Bintang Kejora dan Bendera PBB yang dikibarkan kelompok sipil bersenjata (KSB) di Perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) di Skouw, Wutung, Jayapura, Sabtu (5/4). Petugas gabungan TNI/Polri terlibat baku tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar perbatasan kedua negara.
Sejumlah angoota TNI/Polri mengamankan bendera Bintang Kejora dan Bendera PBB yang dikibarkan kelompok sipil bersenjata (KSB) di Perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) di Skouw, Wutung, Jayapura, Sabtu (5/4). Petugas gabungan TNI/Polri terlibat baku tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar perbatasan kedua negara. (Antara/Anang Budiono)

Biak - Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Chamim Besari menyatakan situasi keamanan di wilayah Puncak Jaya sekitarnya saat ini kondusif pascabaku tembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan tim khusus Polri pekan lalu.

"Situasi hingga sekarang aparat keamanan Polri dan TNI tetap meningkatkan patroli di pedalaman Puncak Jaya," ungkap Danrem Biak Brigjen Chamim menanggapi situasi keamanan di wilayah Korem 173//PVB, Senin (6/4).

Ia mengatakan, dari insiden penangkapan dilakukan aparat keamanan TNI/Polri terhadap gerombolan KSB telah disita satu jenis senjata revolver anggota sipil bersenjata yang dijadikan barang bukti.

Senjata api jenis revolver hasil penangkapan KKB, menurut Danrem Brigjen Chamim, hingga saat ini sudah diamankan di Mapolsek setempat untuk pengusutan lebih lanjut, ungkap Danrem Brigjen Chamim Besari.

Menyinggung penanganan KKB di pedalaman Puncak Jaya, menurut Chamim, tetap menjadi perhatian aparat keamanan gabungan Polri dan TNI dalam upaya menciptakan stabilitas keamanan daerah setempat.

"Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan terhadap asal usul senjata revolver anggota KSB yang tertembak karena melakukan perlawanan," ujarnya.

Tim khusus Polda Papua dilaporkan menembak seorang anggota KKB, Agustinus Tabuni, yang merupakan kelompok militer Murib, di Gome, Kabupaten Puncak, Selasa (31/3) sekitar pukul 10.00, serta menyita satu senjata jenis revolver beserta 10 butir amunisi dan 36 butir peluru kaliber 5,56 mm.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon