Ditunjuk Holding Perkebunan, IPO PTPN III Makin Dekat

Selasa, 17 Januari 2012 | 18:34 WIB
I
B
Penulis: ID/Agustiyanti/WBP | Editor: B1
Ilustrasi--Perkebunan kelapa sawit
Ilustrasi--Perkebunan kelapa sawit (AFP)
PTPN III ditunjuk setelah bersaing dengan PTPN IV.

Pemerintah akhirnya menunjuk PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III menjadi induk usaha (holding) BUMN Perkebunan. Terpilihnya induk holding ini menjadikan rencana penawaran saham perdana (IPO) PTPN III semakin dekat.

Menteri negara BUMN, Dahlan Iskan, mengatakan terpilihnya PTPN III sebagai induk usaha justru karena adanya usul dari Direktur Utama PTPN IV kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk memilih PTPN III sebagai induk usaha.

Sebelumnya, dua perusahaan ini digadang-gadang menjadi induk holding karena memiliki kinerja dan performa yang sama-sama baik.  "Tetapi berdasarkan usulan dari Direktur Utama PTPN IV Pak Dahlan Harahap," ujar Dahlan Iskan di Jakarta, hari ini.

Menteri BUMN menerima usulan Dahlan Harahap karena dia menilai Direktur Utama PTPN IV tersebut sebagai sosok yang obyektif, dapat dipercaya, dan mampu menghalau intervensi dari luar. "Saya percaya Pak Dahlan Hararap objektif. Dia juga sudah berjanji tidak ingin menjadi direksi BUMN lagi, jadi sudah tidak ada kepentingan," terang dia.

Dahlan menjelaskan, setelah PTPN III terpilih, maka holding BUMN Perkebunan dapat direalisasikan pada akhir Januari. Dia pun mengakui pemilihan PTPN III sebagai holding BUMN perkebunan juga dilakukan karena performa PTPN III yang cukup bagus. Data terakhir menyebutkan bahwa PTPN III mencatat pertumbuhan laba sebesar 44 persen menjadi Rp 1 triliun di 2010.

Dahlan mengatakan sebelumnya holding BUMN harus terbentuk sebelum PTPN III melantai di bursa. PTPN III sudah merencanakan IPO sejak tahun 2007 namun belum terealisasi karena terhalang holdingisasi BUMN perkebunan. PTPN III sebelumnya juga mengatakan bahwa perusahaan mengincar dana hingga Rp 3 triliun dengan menjual 30 persen sahamnya.

PTPN III sedang membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnis kelapa sawit dan karet. Salah satu proyek yang dikerjakan PTPN II adalah kawasan industri kelapa sawit di Sei Mangke, Sumatra Utara, senilai Rp 2,5 triliun. Dana hasil IPO juga rencananya akan digunakan untuk membayar hutang.

Setelah terpilihnya PTPN III menjadi holding BUMN, maka pemerintah membentuk susunan direksi PTPN III yang baru. Pasalnya, masa tugas direksi PTPN III akan segera  berakhir. "Paling tidak 1 Februari ini atau akhir Januari, direksi PTPN III sudah terpilih," tambah Dahlan.

Holding BUMN Perkebunan adalah salah satu program kerja utama kementerian BUMN, yang inging mengurangi jumlah BUMN dari 142 menjadi 78 ada tahun 2014.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon