Amankan KAA, TNI Kerahkan Alutsista Darat, Laut dan Udara

Rabu, 15 April 2015 | 09:01 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
Sejumlah bendera negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 terpasang di kawasan Bunderan HI, Jakarta, 14 April 2015.
Sejumlah bendera negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 terpasang di kawasan Bunderan HI, Jakarta, 14 April 2015. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta - ‎TNI siapkan sejumlah alat utama sistem pengamanan (alutsista) untuk pengamanan Konferensi Asia Afrika, ke 60 di Jakarta Bandung, 15-24 April 2015. Panglima TNI, Jenderal Moeldoko mengatakan, pihaknya menurunkan sejumlah kapal perang Republik Indonesia dan pesawat tempur.

Usai memimpin memimpin apel gelar pasukan pengamanan KTT Konferensi Asia Afrika (KAA) di silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (15/4) pagi, Panglima mengatakan, TNI telah menyiapkan sejumlah kekuatan sesuai kebutuhan di Jakarta dan Bandung. Semuanya telah terorganisasi dengan baik.

"Prajurit dilatih sebelumnya dengan detail. Semua perlengkapan dipenuhi," kata Moeldoko.

Untuk mengamankan presiden dan kepala negara, TNI mengerahkan sejumlah pesawat tempur dan kapal perang Indonesia. "Nanti ada manuver pesawat tempur saya berpesan agar masyarakat bisa memahami," ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Agus Supriatna menjelaskan, TNI AU menyiapkan satu flight (empat buah) pesawat tempur F 16 untuk menjaga KAA. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan pesawat tempur Sukhoi di pangkalan udara dia beberapa daerah.

"Di ring luar, seperti di Madiun, Jogja, dan Solo kami siagakan pesawat Sukhoi. Untuk ring satu kami siagakan F-16," kata Agus.

Selain pesawat tempur, pihaknya juga menyiagakan Helikopter Super Puma, Pesawat Kolibri, dan Boeing untuk mengangkut kepala negara dari Jakarta ke Bandung.

"Sniper juga kami siagakan di helikopter, untuk menetralisir jalur darat," ujarnya.

Sedangkan, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Ade Supandi mengatakan, ‎pihaknya juga menyiapkan kapal perang untuk melakukan penyegatan di daerah yang dianggap bisa menjadi akses masuknya ancaman. Seperti di daerah Selat Sunda dan laut Jawa.

"Selain KRI kami juga siapkan kapal korve, kapal patroli, LPD, dan kapal escape. Pasukan katak juga disiagakan sebanyak dua tim," kata Ade.

Untuk menjaga keamanan TNI AL juga menyiapkan 1.200 personel. Selain itu TNI AL juga menyiapkan helikopter Bell dan BO, serta satu pesawat intai maritim untuk menjaga wilayah keamanan laut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon