16.000 Personel Dikerahkan untuk Pengamanan KAA

Rabu, 15 April 2015 | 09:25 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
Spanduk peringatan Konferensi ke-60 Asia Afrika di sekitar Jalan Asia Afrika, Bandung.
Spanduk peringatan Konferensi ke-60 Asia Afrika di sekitar Jalan Asia Afrika, Bandung. (BeritaSatu.com/Andres Fatubun/Andres Fatubun)

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kerahkan sebanyak 16.631 personel ‎pasukan untuk mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) tahun 2015. Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko secara langsung memimpin Apel Gelar Pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP Konferensi Asia Afrika (KAA) di lapangan Silang Monas Jakarta Pusat, Rabu (15/4) pagi.

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika tahun 2015 dalam rangka peringatan ke-60 Asia-Afrika dan peringatan ke-10 New Asian-African Startegic Partnership yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Bandung.

Moeldoko menjelaskan, dari total kekuatan personel TNI pada pelaksanaan pengamanan VVIP KAA ke-60 tahun 2015 terdiri dari 300 orang dari Komando Gabungan Pengamanan (Kogabpam). Kemudian sebanyak 500 orang dari Kosatgapam TNI, 4.256 orang dari Satgaspam VVIP, 3.550 orang dari Satgas Pamwil-1, sebanyak 3.150 orang dari Satgas Pamwil-2;

Tidak ketinggalan sebanyak 5.416 orang dari Satgaspam VIP-1, sebanyak 3.136 orang dari Satgaspam VIP, dan sebanyak 2; 750 orang dari Satgas Passus. Dari total pasukan pengamanan, juga didukung sebanyak 1.000 orang Satgas Laut, sebanyak 600 orang dari Satgas Hanud, sebanyak 1.300 orang dari Satgas Udara (Koopsau-I), sebanyak 762 orang dari Satgas Intel, 150 orang Satgas Kodam II/Sriwijaya, 150 orang Satgas Kodam IV/Diponegoro dan 750 orang dari Pasukan Standby Force.

Menurut Panglima, tujuan gelar pasukan pengamanan wilayah untuk mengecek secara fisik tentang kesiapan personel, materiil dan Alutsista dari masing-masing satuan yang terlibat langsung dalam pengamanan KTT KAA tahun 2015.

Selain itu Apel Gelar Pasukan ini juga bertujuan untuk mengetahui secara langsung tentang keadaan dan hambatan yang dihadapi setiap satuan yang mendapat tugas dan tanggungjawab pengamanan. Dimulai dari kedatangan delegasi peserta, kedatangan Kepala Negara/ Pemerintahan dan pada saat berlangsungnya KTT sampai dengan kepulangan.

"Dengan demikian dapat diperoleh kepastian bahwa seluruh personel, materiil dan Alutsista yang akan digelar benar-benar telah siap baik dari segi kuantitas maupun kualitas serta dapat dipertanggung jawabkan," kata Moeldoko.

Ditegaskannya, KAA merupakan wujud aktualisasi semangat perjuangan Asia Afrika sejak 1955 dalam menjawab setiap perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing negara di kawasan Asia Afrika. Semua dijamin melalui kemitraan dan kerja sama yang konkret untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.

"Oleh karena itu, KAA harus sukses karena menyangkut kewibawaan dan kehormatan bangsa Indonesia di mata Internasional," ucapnya.

Lokasi penyelenggaraan KAA berada di Jakarta dan peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung. Banyaknya Kepala Negara yang harus diamankan, serta situasi keamanan global yang oleh sejumlah negara peserta KAA dinilai kurang kondusif, menjadikan salah satu pertimbangan TNI untuk membentuk Komando Gabungan Pengamanan VVIP.

Komando tersebut terdiri atas satuan Paspampres diperkuat dengan unsur-unsur TNI/Polri yang didukung oleh Satgaspam Wilayah yang melaksanakan pengamanan di lapis luar (Ring-II dan III) dan Satgaspam Khusus yang melaksanakan kegiatan pengamanan tidak langsung ditempat yang digunakan oleh VVIP.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon