Djarot: Kartini Masa Kini Harus seperti Bu Mega

Selasa, 21 April 2015 | 11:57 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (kanan) dan Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat (kiri) berdoa saat ziarah di makam Presiden pertama Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Sanan Wetan, Blitar, Jawa Timur, 7 April 2015
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (kanan) dan Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat (kiri) berdoa saat ziarah di makam Presiden pertama Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Sanan Wetan, Blitar, Jawa Timur, 7 April 2015 (Antara/Sahlan Kurniawan)

Jakarta - Hari ini, Selasa (21/4), merupakan peringatan Hari Kartini. Semua orang menghargai upaya Kartini memperjuangkan hak perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dengan kaum pria.

Tak terkecuali Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sangat menghargai perjuangan Kartini terhadap kaumnya.

Dia mengharapkan para perempuan, yaitu Kartini masa kini mampu menjadi presiden seperti yang telah dilakukan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri.

"Selamat Hari Kartini. Yang penting adalah semangat perjuangannya bukan hanya sekedar seremonial. Kalau saya sih, Kartini bisa jadi presiden, harusnya kayak Bu Mega," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (21/4).

Karena itu, dia mendorong kaum perempuan di Jakarta maupun di seluruh daerah di Indonesia untuk masuk dalam kegiatan politik.

Kegiatan ini dapat mendorong mereka untuk mengerti dan memahami dunia politik yang akan menghantarkan mereka menjadi pejabat politik. Selain itu, juga tak tertutup kemungkinan menghantarkan perempuan menjadi presiden perempuan kedua setelah Megawati.

Padahal, di negara-negara lain sudah banyak perdana menteri atau kepala negara adalah perempuan. Hal ini kemungkinan dikarenakan masih melekat budaya patrialisme dalam budaya Indonesia.

"Kemarin saya diskusi dengan PM Norwegia, dia itu perempuan. Ini seharusnya menjadi kebangkitan kaum perempuan. Tapi di sini kurang partisipasi perempuan. Untuk penyusunan calon legislatif saja setengah mati. Mungkin faktor hubungan di masyarakat, kaitan dengan keluarga dan budaya patriakat," tuturnya.

Seperti diketahui, Megawati Soekarnoputri merupakan Presiden RI yang kelima, menjabat dari 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 20014. Dia adalah presiden perempuan Indonesia pertama dari anak Presiden RI pertama, Soekarno.

Hingga saat ini, Megawati masih menjabat sebagai Ketua Umum PDI-P dan masih aktif dalam kegiatan politiknya.

Bahkan dia mampu menghantarkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Lalu, berhasil pula menghantarkan Joko Widodo menjadi presiden RI ketujuh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon