Di Hari Kartini, Mensos Prihatin Akan Dua Masalah Ini
Selasa, 21 April 2015 | 15:20 WIB
Jakarta - Memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan merupakan salah satu cita-cita RA. Kartini untuk seluruh perempuan di Indonesia. Namun pada kenyataannya, masih banyak perempuan usia produktif yang tidak bisa baca tulis. Padahal dua hal tersebut merupakan modal penting yang harus dimiliki setiap perempuan untuk dapat berkembang.
"Kartini menginginkan setiap perempuan agar mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Tapi, saya menemukan masih banyak perempuan di Indonesia yang buta aksara, padahal mereka itu usia produktif," ungkap Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/4).
Masalah lainnya terkait Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan yang masih cukup tinggi, yaitu 359 per 100.000 kelahiran. "Komplikasi persalinan yang dihadapi perempuan di Indonesia memang masing sangat tinggi. Jadi saya rasa di Hari Kartini ini kita juga perlu mengenang kematian mereka yang sudah berjuang untuk melahirkan," kata Mensos.
Dua hal inilah, yang menurut Mensos, harus menjadi perhatian serius. Karena sebetulnya pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar bagi setiap perempuan. "Perempuan harus mendapatkan perlindungan kesehatan saat persalinan dan jangan ada lagi yang sampai buta aksara," harap Mensos.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




