Dokter Anak: Tak Semua Penyakit Harus Disembuhkan dengan Obat

Senin, 25 Mei 2015 | 12:16 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Ilustrasi anak/bayi tidur.
Ilustrasi anak/bayi tidur. (Freedigitalphotos)

Jakarta - Untuk melindungi anak-anak dari efek samping penggunaan obat-obatan kimia, para orangtua diminta untuk tidak terlalu cepat memberikan anaknya obat-obatan. Sebetulnya ada beberapa kondisi penyakit yang tidak membutuhkan obat.

"Untuk penyakit yang sering diderita anak-anak, seperti demam, flu, atau batuk, para orangtua perlu mencari informasi yang tepat tentang penyakit-pernyakit tersebut. Pada beberapa kondisi, penyakit-penyakit ini sebetulnya tidak butuh obat dan akan sembuh dengan sendirinya. Tapi juga perlu tahu kapan harus membawa anak-anak ke dokter," kata dokter spesialis anak dari RSU Pesanggrahan, Fransisca Handy, di Jakarta, baru-baru ini.

Sisca juga menekankan pentingnya mempelajari tanda-tanda bahaya suatu penyakit. Misalnya, pada kasus anak demam yang ditandai dengan kejang, penurunan kesadaran, tidak bisa minum, hingga muntah-muntah.

"Bila kondisinya seperi itu, anak memang harus segera dibawa ke dokter. Tapi kalau demam dan anaknya masih pecicilan, itu tidak perlu. Jadi yang berlu dilihat, bagaimana kondisi anaknya, bukan derajat demamnya," ujar dia.

Namun bila kondisi penyakitnya membutuhkan obat untuk pengobatan, sebaiknya tidak ditunda-tunda.

"Untuk tahu kapan butuh obat atau tidak, tentunya harus dengan banyak membaca. Segala sesuatu harus digunakan dengan tepat guna. Untuk apa dia harus terpapar efek samping obat kimia, kalau sebetulnya dia tidak membutuhkan obat tersebut," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon