Ini Dia Informan FBI di Tubuh FIFA

Rabu, 27 Mei 2015 | 19:49 WIB
AF
B
Penulis: Andres Fatubun | Editor: B1
Chuck Blazer, mantan petinggi FIFA yang menjadi informan FBI.
Chuck Blazer, mantan petinggi FIFA yang menjadi informan FBI. (nydailynews/nydailynews)

New York - Terungkapnya korupsi di tubuh FIFA tak lepas dari kerja keras FBI selama tiga tahun terakhir yang dibantu Kejaksaan Agung Amerika Serikat (AS) dan penegak hukum di Swiss. Namun ada satu nama yang mengemuka yang menjadi pintu masuk bagi FBI untuk menelusuri korupsi di FIFA yang tersusun rapi dan mengakar. Dia adalah mantan petinggi FIFA asal Kota New York, Chuck Blazer. Hal itu diketahui berdasarkan investigasi BusinessInsider. Namun FBI sejauh ini menolak menyatakan jika Blazer adalah informannya.

Blazer merupakan anggota Komite Eksekutif FIFA dan merupakan salah satu orang kuat FIFA sebelum ia meninggalkannya pada 2013 karena kasus korupsi dan pelanggaran etika. Menurut SB Nation, Blazer lolos dari hukuman penjara karena ia mau menjadi whistle blower.

Sebelum meninggalkan FIFA, Blazer disebutkan tangan kanan Jack Warner. Warner sebelumnya menjabat sebagai Presiden CONCACAF sebelum diserahi jabatan di Kantor Pusat FIFA di Swiss. Belakangan Warner diketahui sebagai salah satu dari enam tersangka yang ditangkap polisi Swiss dalam penggerebakan Rabu (27/5) pagi tadi dengan tuduhan korupsi.

FBI dan IRS (Lembaga yang mengurusi masalah pajak di AS) yang sudah mengetahui jika Blazer tak pernah membayar pajak dalam satu dekade terakhir membujuknya untuk membeberkan semua kejahatan dalam tubuh FIFA dan Blazer menyanggupinya. Maka jadilan Blazer kunci penting bagi FBI.

Menurut Daily News, dalam suatu pertemuan petinggi FIFA di London pada 2012, FBI menyusupkan microphone kecil dalam pakaian Blazer untuk mengetahui apa yang dibicarakan petinggi FIFA tersebut. Sejak itulah FBI semakin intens memperoleh banyak informasi penting soal korupsi dan konspirasi dalam tubuh FIFA, hingga puncaknya pada pagi hari tadi saat Kepolisian Swiss yang berpakaian preman menangkap enam pejabat senior FIFA.

Penyidik di Swiss dan Kejaksaan Agung AS menyatakan operasi ini akan diteruskan dan masih akan ada tersangka lainnya yang akan diseret ke meja hijau. Direktur Komunikasi FIFA, Walter De Gregorio, pun mempersilakan penegak hukum untuk membongar kebobrokan dalam FIFA. Untuk sementara Presiden FIFA Sepp Blatter masih dinyatakan bersih dan tidak terlibat kasus korupsi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon