Warga Karo Tak Lagi Panik Hadapi Letusan Sinabung
Jumat, 5 Juni 2015 | 10:33 WIB
Kabanjahe - Masyarakat korban bencana letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), tidak lagi merasa panik setiap menghadapi erupsi gunung merapi yang sudah lebih dari tiga tahun beraktivitas tersebut.
"Letusan Gunung Sinabung itu sudah tidak lagi membuat masyarakat di daerah ini merasa takut untuk menghadapinya," ujar seorang pengungsi asal Desa Gurukinayan, Elisa Tarigan kepada SP saat dihubungi dari Medan, Jumat (5/6) pagi.
Elisa mengatakan, masyarakat tidak takut menghadapi erupsi gunung merapi yang memiliki ketinggian 2.460 meter karena selalu mendapatkan informasi dari pemerintah dan aparat yang melakukan pengamanan di lokasi bencana itu.
"Lebih baik mengikuti imbauan yang dikeluarkan badan meteorologi, pemerintah yang berkoordinasi dengan aparat, supaya mengambil jarak aman dan keluar dari zona berbahaya. Jika ini dilakukan maka tidak perlu khawatir lagi," katanya.
Sementara itu, pengungsi lainnya mengharapkan pemerintah pusat lebih memberikan perhatian terhadap nasib pengungsi.
Sebab, terhitung sejak awal terjadinya letusan Gunung Sinabung, persisnya bulan September 2010 lalu, sampai dengan sekarang, sudah menyengsarakan masyarakat di sana.
"Bantuan dari pemerintah pusat sangat diharapkan untuk cepat memulihkan perekonomian masyarakat di sini. Kami menyadari, beban anggaran yang dikeluarkan pemerintah kabupaten sudah banyak terkuras untuk menangani pengungsi," ujar Josua Sembiring (36).
Josua mengharapkan, bencana yang melanda Kabupaten Tanah Karo tersebut ditetapkan menjadi bencana nasional karena erupsi Gunung Sinabung terjadi sampai bertahun-tahun. Kerugian masyarakat di sana ditotal mencapai triliunan.
Sehari sebelumnya, pasukan TNI Angkatan Darat bekerjasama dengan Polri, Pemerintah dan dibantu relawan, sudah melakukan evakuasi terhadap 2.731 warga dari empat desa yang lokasinya dekat dengan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (4/6).
Menurut Komandan Satgas Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung, Letkol Infantri Asep Sukarna, warga yang dievakuasi itu berasal dari Desa Gurukinayan, Berastepu, Tigapancur dan Pintubesi.
Evakuasi ini berjalan dengan lancar dan situasi desa sudah dalam kondisi steril jika terjadi letusan Gunung Sinabung.
"Tidak ada warga yang menolak apalagi menentang saat dilakukan evakuasi. Proses evakuasi berjalan lancar setelah petugas di lapangan menjelaskan peningkatan status Gunung Sinabung. Gunung merapi ini berbahaya jika kembali erupsi. Itu pun jika masyarakat di sana memilih bertahan dan tidak mengungsi," katanya.
Sukarna mengatakan, tujuh desa yang berada pada radius tujuh kilometer (Km) dari kaki Gunung Sinabung, jauh hari sebelumnya sudah dalam kondisi kosong.
Pengungsi yang dievakuasi dari empat desa pun sudah ditempatkan di Posko Paroki, Posko KNPI dan Posko Gereja Batak Karo Protestan di kawasan Kabanjahe.
"Proses evakuasi ini sebagai bentuk antisipasi bahaya erupsi gunung merapi tersebut. Kita juga menempatkan petugas untuk melakukan penjagaan di pintu masuk beberapa desa di sana. Semoga erupsi Gunung Sinabung cepat berakhir, sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali. Kita akan pulangkan mereka jika situasi benar-benar sudah aman," sebutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




