Alasan Keamanan, TNI Akan Dampingi Jurnalis Asing ke Papua

Senin, 22 Juni 2015 | 16:12 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjawab pertanyaan wartawan
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjawab pertanyaan wartawan (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, pihaknya akan mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka wilayah Papua untuk dikunjungi oleh pers atau warga negara asing. Namun, demi keamanan, setiap orang asing yang masuk akan didampingi oleh petugas keamanan.

"Saya mempertimbangkan, teman-teman pers asing perlu didampingi. Jadi, kalau terjadi sesuatu, kami bisa memberikan saran, pendampingan, dan lain-lain. Dari kami seperti itu," kata Moeldoko, Jakarta, Senin (22/6).

Dia melanjutkan pendampingan itu bukan karena didasari motif tertentu, seperti keinginan untuk menutupi apa yang sedang terjadi di Papua. Namun, demi meminimalisasi riiko karena kondisi Papua tak selalu kondusif dan aman. Bagi TNI, kata Moeldoko, keamanan warga negara asing maupun pers asing tetap menjadi prioritas.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberi arahan agar para jurnalis asing yang hendak melaksanakan tugasnya di Papua, tidak perlu lagi "wajib lapor" ke Kementerian Luar Negeri.

Sementara Menlu RI, Retno LP Marsudi, menegaskan Pemerintah tidak pernah melarang kunjungan pers asing atau kunjungan warga negara asing ke Papua. Buktinya, pada tahun 2014, ada 22 kunjungan asing ke yang disetujui oleh Kementerian Luar Negeri.

"Praktis memang tidak ada penolakan, terkecuali memang ada syarat administratif yang kurang, dan mungkin bila kondisi keamanannya tidak memungkinkan atau kurang kondusif," kata Retno.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon