Kepala BIN Ingatkan Jurnalis Asing Tak Salah Gunakan Izin Masuk Papua
Senin, 22 Juni 2015 | 16:25 WIB
Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Marciano Norman, menyatakan pihaknya akan menyukseskan pelaksanaan kebijakan Presiden RI Joko Widodo soal dibebaskannya warga negara dan jurnalis asing yang hendak masuk ke Papua.
Hanya saja, diingatkannya agar izin itu tak disalahgunakan demi mendiskreditkan Pemerintah RI dalam kaitan isu Papua.
Kata Marciano, sebaiknya dipahami latar belakang kebijakan sebelumnya untuk tak mempermudah masuknya warga negara dan jurnalis asing ke Papua. Yang diharapkan Pemerintah saat itu adalah agar ada kesimbangan pemberitaan.
"Jangan seolah-olah berat sebelah. Masuknya jurnalis asing itu juga seharusnya menunjukkan secara obyektif mana yang sudah dikerjakan, mana yang masih kurang. Kita akui memang masih ada yang kurang," kata Marciano usai rapat dengan Komisi I DPR RI, Senin (22/6).
Karena itulah, Marciano secara terbuka meminta agar para warga dan jurnalis asing tak menyalahgunakan izin masuk ke Papua.
"Insya Allah, BIN dan aparat lainnya akan kerja sama memastikan kebijakan ini sebaik-baiknya," kata dia.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga mengatakan bahwa pihaknya tak berkeberatan soal rencana pemberian izin masuk ke Papua itu. Hanya saja, kata Moeldoko, harus diketahui bahwa masih ada wilayah di Papua yang tak aman sepenuhnya.
Karena itulah TNI memutuskan untuk mendampingi warga dan jurnalis asing demi memberi perlindungan.
"Kami akan mendampingi agar secara positif kami bisa memberi perbantuan dan pengamanan. Saya kira seperti itu," kata Moeldoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




