Cara Orangtua Lindungi Anak dari Penculikan

Rabu, 22 Juli 2015 | 18:05 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Ilustrasi penculikan.
Ilustrasi penculikan. (Ist/Ist)

Jakarta - Kasus penculikan anak belakangan ini semakin marak terjadi. Kasus terbaru menimpa Sintya Hermawan, bocah perempuan berusia enam tahun yang sempat hilang di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. Kemarin, Sintya akhirnya bisa kembali bertemu orangtuanya setelah diantar oleh seorang sopir taksi dari kawasan Bekasi Barat.

Psikolog anak Seto Mulyadi berharap kasus penculikan anak ini bisa menjadi pelajaran bagi setiap orangtua agar lebih waspada dalam menjaga anak-anaknya. Karena risiko penculikan bisa dialami oleh setiap anak bila orangtuanya lengah memberi pengawasan.

"Bila ada anak yang hilang, yang paling bertanggungjawab adalah orangtuanya. Sesibuk apapun mereka, anak-anak harus tetap berada dalam pengawasan orangtua," kata psikolog yang biasa disapa Kak Seto, di Jakarta, Rabu (22/7).

Sejak dini, anak-anak juga perlu diingatkan untuk selalu waspada bila didekati orang-orang yang tidak dikenal. "Kalau ada yang mengajak pergi, harus diingatkan untuk selalu bilang ke orangtua, atau ke gurunya. Bila tidak mau minta izin, katakan kalau orang tersebut punya niat jahat dan harus dihindari," ujar Kak Seto.

Tidak sekedar diingatkan, menurutnya perlu ada simulasi bagaimana menghadapi para penculik dengan berbagai modus. Karena seringkali anak-anak tergiur dengan iming-iming sesuatu dari penculik, meskipun sudah diingatkan untuk berhati-hati.

"Anak-Anak juga perlu dilatih terus menerus bagaimana menghadapi para penculik. Kondisikan saja seolah-olah dia akan diculik dengan iming-iming sesuatu yang disukai. Kalau dia nurut saja, berarti memang perlu terus diingatkan dan dilatih," tandasnya.

Menurut Kak Seto, anak-anak juga perlu dilengkapi identitas yang berisi nama orangtua, alamat dan juga nomor telepon yang bisa dihubungi. Sehingga ketika terpisah dari orangtuanya di pusat keramaian, orang yang menemukan anak tersebut bisa dengan mudah menghubungi orangtuanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon