Pertamina EP Terus Dukung Upaya Konservasi Owa Jawa
Selasa, 4 Agustus 2015 | 20:29 WIB
Bogor – Jika Anda berkunjung ke taman nasional di Jawa Barat, pasti akan menemukan sosok fauna Owa Jawa. Kera kecil dengan warna abu-abu dan rambut di sekujur tubuh yang lebat, membuat satwa ini terlihat sangat menggemaskan. Tetapi di sisi lain, apakah Anda tahu jika Owa Jawa dikategorikan sebagai satwa yang terancam punah? Hal ini dinyatakan oleh the International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 2008 dengan tingkat kepunahan yang sangat tinggi.
Kondisi yang memprihatinkan ini menginspirasi PT Pertamina (persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina EP Field Subang untuk menjalin kerja sama dengan Yayasan Owa Jawa (YOJ) dalam menjalankan program konservasi satwa endemik Owa Jawa. Kegiatan penyelamatan dan rehabilitasi dilaksanakan di Javan Gibbon Center, kawasan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Perjanjian kerja sama tahap pertama telah dimulai pada 1 September 2013 untuk periode enam bulan dan dilanjutkan dengan tahap kedua yang dimulai pada 1 April 2014 dengan jangka waktu satu tahun.
Kerja sama yang baik ini kemudian dilanjutkan ke tahap ketiga untuk periode 1 Juli 2015 sampai dengan 30 Juni 2016 dan telah dilakukan penandatanganan kerja sama di Hotel Lido Lake Resort, Jawa Barat, Selasa (4/8).
VP Corporate Communication, Wianda Pusponegoro, menjelaskan, kerja sama ini telah menunjukkan hasil positif bagi konservasi primata endemik ini.
"Selama kerja sama berlangsung telah dilakukan rehabilitasi sebanyak 28 individu Owa Jawa dan pelepasliaran enam individu ke habitat aslinya. Edukasi ke masyarakat tentang kegiatan konservasi Owa Jawa juga telah dilakukan dengan pembuatan video animasi," ujar Wianda.
Sementara, Ketua Pengurus Yayasan Owa Jawa, Noviar Andayani, menyatakan, apresiasinya terhadap Pertamina.
"Bentuk upaya konservasi yang dilakukan antara lain rehabilitasi Owa Jawa di Javan Gibbon Center (JGC), restorasi ekosistem habitat Owa Jawa, pendidikan dan penyadaran konservasi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan," katanya.
Yayasan Owa Jawa mencatat hingga kini terdapat 400-500 individu Owa Jawa yang hidup di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
"Edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan primata endemik ini juga akan menjadi perhatian kami di waktu mendatang," tutup Noviar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




