Panitia SR Sinode GMIT Undang Presiden Jokowi di Rote Ndao
Rabu, 5 Agustus 2015 | 16:14 WIB
Kupang - Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara Pembukaan Sidang Raya (SR) Sinode Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) ke 33 bertempat di Kabupaten Rote Ndao yang diselenggarakan pada Minggu,(20/9 hingga 2/10).
Kepastian itu disampaikan Bupati Rote Ndao Leonard Haning dalam rapat panitia SR Sinode GMIT ke 33 yang dipimpin Ketua Umum Panitia Ibrahim Agustinus Medah di Aula Kantor Bappeda Rote Ndao, Selasa (4/8).
Dalam rapat pemantapan yang dihadiri panitia pelaksana Pimpinan DPRD Rote Ndao dan Pimpinan Forkompimda Kabupaten Rote Ndao serta tokoh agama, tokoh masyarakat di daerah itu untuk menyamput sejumlah tamu dari berbagai daerah serta Bapak Presiden RI, Joko Widodo.
"Saya dan Bapak Ketua Umum Panitia Ibrahim Agustinus Medah dan Bapak Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sudah maksimal untuk terus berkoordinasi agar Bapak Presiden hadir dan saya pastikan 99 persen Bapak Presiden akan hadir pada acara tersebut," kata Bupati Haning.
Selain itu kata Bupati Haning, Ia telah mendapat informasi dari Diektur Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementrian PU dan Perumahan Rakyat bahwa selain menghadiri Pembukaan Sidang Raya Sinode GMIT, presiden juga akan meletakkan batu pertama pembangunan embung di Kecamatan Rote Barat Laut senilai Rp 20 miliar lebih.
"Bapak Presiden juga akan meresmikan dan meletakan batu pertama dimulainya sejumlah proyek di bidang energi yaitu di Rote Tengah, Ndao, Nusa Manuk, Tongga serta di Dusun Ufa Rote Timur," katanya.
Ketua Umum Panitia SR Sinode GMIT 33, Ibrahim Agustinus Medah menyampaikan sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan kehadiran Presiden pada puncak acara pembukaan.
"Menurut Pak Gubernur, sudah disampaikan dan akan terus diintenskan. Selain itu, kami dengan Pak Bupati dan Pak Gubernur akan bersama-sama mendatangai Bapak Persiden untuk menyampaikan langsung undangan dari warga GMIT dan maysarakat Rote Ndao yang berbatasan langsung dengan Australia," katanya.
Medah yang kini dipercayakan untuk kesekian kalinya menjadi Panitia SR Sinode GMIT itu terus memotivasi para panitia untuk bekerja semaksimal mungkin agar hajatan empat tahunan di lingkup GMIT itu bisa berjalan sukses dan lancar.
Menurut Medah, dari anggaran yang dialokasikan dari Pemda Rote Ndao, Pemrov NTT, Pemkot Kupang, Pemkab Sabu Raijua, Pemkab Kupang, Pemkab TTS dan Pemkab Alor serta klasis-klasis, jika dimanfaatkan dengan efisien maka akan ada sisa anggaran yang banyak.
"Kita berencana, sisa anggaran itu akan digunakan untuk membangun sebuah gedung yang dijadikan sebagai GMIT Center di Rote Ndao. Hal itu akan menjadi aset GMIT yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan warga GMIT di Rote Ndao," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




