Diculik di Yaman 6 Bulan, Wanita Prancis Akhirnya Dibebaskan

Jumat, 7 Agustus 2015 | 11:04 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Isabelle Prime diculik pada 24 Februari 2015
Isabelle Prime diculik pada 24 Februari 2015 (The Guardian)

Paris - Seorang perempuan asal Prancis yang diculik di Yaman pada Februari silam akhirnya berhasil dibebaskan.

"Rekan senegara kita Isabelle Prime telah dibebaskan tadi malam," demikian pernyataan yang dirilis kantor Presiden Prancis Francois Hollande, Kamis (6/8).

Prime akan dikembalikan ke Prancis dalam beberapa jam mendatang namun tidak ada informasi detail soal pembebasannya.

Prime dan penerjemahnya, Shereen Makawi, diculik oleh kelompok pria bersenjata di Sana'a pada 24 Februari silam saat keduanya sedang melakukan perjalanan untuk urusan pekerjaan. Sumber dari suku Yamani mengatakan pada Maret bahwa Prime akan dibebaskan, tetapi hanya Makawi yang dibebaskan saat itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok suku di Yaman menculik warga asing sebagai tawanan untuk menekan pemerintah memberikan pelayanan kepada mereka atau mendesak dibebaskannya kolega mereka.

Yaman juga merupakan markas salah satu cabang paling aktif Al-Qaeda id mana para penculik dilaporkan kerap menjual korban mereka.

Pada Juni, Prancis mendapati video yang menunjukkan Prime, konsultan bagi Dana Sosial untuk Pembangunan Yaman, meringkuk di pasir dan mengenakan baju hitam. Dia membuat permohonan kepada Hollande dan Presiden Yaman, Abd Rabbu Mansour Hadi, dalam rekaman video berbahasa Inggris.

"Tolong kembalikan saya ke Prancis dalam segera karena saya sangat, sangat lelah," katanya dalam video itu.

"Saya berusaha bunuh diri beberapa kali karena saya tahu Anda tidak akan bekerja sama dan saya sangat memahaminya."

Video itu pertama kali muncul di YouTube pada 4 Mei silam.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon