Ini Program Unggulan Haedar Nashir di Muhammadiyah

Jumat, 7 Agustus 2015 | 17:54 WIB
YP
YD
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: YUD
Ketua Umum Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir (keempat kiri) bersama mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin (keempat kanan) didampingi sejumlah PP Muhammadiyah, berfoto bersama saat serah terima jabatan pada Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan, 7 Agustus 2015
Ketua Umum Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir (keempat kiri) bersama mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin (keempat kanan) didampingi sejumlah PP Muhammadiyah, berfoto bersama saat serah terima jabatan pada Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan, 7 Agustus 2015 (Antara/Abriawan Abhe)

Makassar - Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir mengungkapkan, salah satu program unggulannya adalah mensinergikan kekuatan amal usaha dan ekonomi Muhammadiyah.

Program unggulan tersebut, katanya mampu memberdayakan masyarakat akar rumput.

"Program unggulan ke depan akan mencoba mensinergikan kekuatan amal usaha dengan kekuatan bisnis dan kekuatan ekonomi," ujar Haedar usai acara penutupan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (7/8).

Haedar mengaku bahwa program unggulan tersebut dapat membantu akar rumput serta memperdayakan rakyat.

"Sekaligus juga bisa melahirkan kekuatan prduktif di masyarakat," tambahnya.

Sehari sebelumnya, Kamis (6/8) mengungkapkan tiga prioritasnya di awal masa kepemimpinan di Muhammadiyah. Pertama, dalam konteks keumatan, Muhammadiyah ingin mendorong umat beragama agar semakin mengembngkan dan meningkatkan nilai-nilai toleransi, kemajuan dan perdamaian.

"Kedua, dalam konteks kebangsaan, Muhammadiyah mendorong pemerintah agar menyediakan program sesuai kebutuhan mendasar dan segera mengentaskan kemiskinan, marginalisasi dan juga Muhammadiyah akan melakukan gerakan keilmuan sehingga bisa komparasi dengan bangsa lain," jelas Haedar.

Ketiga, lanjut Haedar, dalam konteks universal, Muhammadiyah akan mensinergikan peran perdamaian sehingga bisa meningkatkan etika global.

Haedar juga memastikan bahwa kepengurusannya akan meneruskan program-program kepengurusan sebelumnya. Sementara langkah pertama yang dilakukannya adalah membentuk majelis-majelis dan lembaga sebagai perangkat untuk menjalankan roda organisasi.

"Setelah itu, kami akan langsung bekerja dan jalan," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon