Tiga Tahun, Marching Band Pemprov Banten Hamburkan Puluhan Miliar
Jumat, 7 Agustus 2015 | 21:24 WIB
Serang - Sejak 2013 hingga 2015, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sudah tiga kali mengirim Marching Band Gita Surosowan ke luar negeri. Marching band tersebut dikirim untuk mengikuti festival yang bukan kompetisi resmi dari World Association of Marching Show Bands (WAMSB).
Total dana yang telah dikeluarkan Pemprov Banten untuk membiayai Marching Band Gita Surosowan tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.
Pada tahun 2013, Marching Band Gita Surosowan milik Pemprov Banten berangkat ke Belanda untuk mengikuti World Contest Music 2013. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 6 miliar lebih belum ditambah biaya latihan, makan minum dan pakaian serta honor para pemain.
Selanjutnya, pada tahun 2014, Marching Band Gita Surosowan berangkat ke Thailand untuk mengikuti Thailand World Music Championship 2014. Anggaran yang digunakan juga mencapai Rp 6 miliar lebih.
Kemudian, pada tahun 2015 ini, Marching Band Gita Surosowan berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti ajang The Drump Corp International Championship yang diselanggarakan sejak tanggal 1-10 Agustus 2015. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 6,5 miliar yang bersumber dari dana hibah Pemprov Banten dan ditambah dana sponsor Bank Jabar Banten (BJB).
Rombongan yang berjumlah sekitar ratusan orang termasuk pemain dan official telah berangkat ke Amerika Serikat sejak 31 Juli 2015 lalu. Ajang itu hanya diikuti oleh tiga negara di luar Amerika Serikat yakni Taiwan, Belanda, Indonesia dan Amerika Serikat sendiri. Selebihnya adalah marching band dari beberapa negara bagian di AS.
"Saya menilai ini merupakan bentuk penghamburan anggaran yang dilakukan oleh Pemprov Banten yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Ajang yang diikuti oleh Marching Band Gita Surosowan Banten adalah festival biasa bukan kompetisi internasional yang resmi yang diselenggarakan oleh WAMSB. Kehadiran Marching Band Gita Surosowan dalam ajang tersebut adalah undangan," kata Muchlis Arobi, pengamat olahraga kepada SP, Jumat (7/8).
"Kalau undangan itu tidak dipenuhi juga tidak apa-apa. Perlu dipahami bahwa organisasi resmi internasional untuk marching band adalah WAMSB. Kalau di bidang sepak bola disebut FIFA. Jadi selama tiga tahun Pemprov Banten telah mengeluarkan anggaran yang begitu banyak hanya untuk sebuah festival demi gengsi dan pencitraan yang tidak perlu."
Lebih lanjut Muchlis menegaskan, payung hukum keberadaan Marching Band Gita Surosowan selama bertahun-tahun sejak 2004 hingga 2014 berada di bawah Biro Umum Pemprov Banten perlu dipertanyakan. Anggaran yang digunakan untuk memelihara dan membiayai latihan termasuk honor para pemain harus dipertanggungjawabkan karena dana itu bersumber dari APBD Banten.
"Ini kesalahan manajemen yang tidak perlu dilakukan. Marching Band Gita Surosowan seharusnya berada di bawah organisasi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Banten. PDBI Banten berada di bawah KONI. Karena itu, pembiayaan Marching Band Gita Surosowan yang didanai dari APBD Banten selama bertahun-tahun harus diaudit oleh BPK, dan aparat penegak hukum harus mengusut penggunaan dana tersebut. Pemprov Banten seakan menganakemaskan Marching Band Gita Surosowan," tegasnya.
Bukan hanya itu, Muchlis juga menyoroti keabsahan penggunaan dana hibah yang dilakukan Marching Band Gita Surosowan ke Amerika Serikat. Dana hibah itu dititipkan ke KONI Banten, lalu diserahkan semuanya ke Marching Band Gita Surosowan.
"Dana hibah tersebut juga harus diusut oleh aparat penegak hukum," tegasnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Banten Rano Karno kepada wartawan mengaku acara di Amerika tersebut terbagi menjadi dua kelas yakni kelas internasional dan kelas open.
"Untuk kelas internasional Marching Band Gita Surosowan memdapat juara 2 dari tiga negara, dan untuk kelas open mendapat urutan 11 dari puluhan peserta yang berasal dari negara bagian Amerika Serikat," ujarnya.
Rano berdalih bahwa anggaran yang digunakam ke Amerika tersebut sebenarnya tidak terlalu besar kalau dibandingkan dengan negara lain.
"Keberadaan Marching Band Gita Surosowan mungkin kita perlu evaluasi lagi. Sebab, keberadaan Marching Band Gita Surosowan, sudah ada sejak saya belum menjabat di Banten," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




