Semen Indonesia Genjot Ekspor

Selasa, 11 Agustus 2015 | 05:34 WIB
MF
FB
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry | Editor: FMB
Pekerja mengawasi pembangunan pabrik semen milik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (30/5). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pekerja mengawasi pembangunan pabrik semen milik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (30/5). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal (ga photo/mohammad defrizal)

Jakarta – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menargetkan ekspor tahun ini sebanyak satu juta hingga dua juta ton, meningkat 233 persen sampai 566 persen dari ekspor perseroan tahun lalu sebanyak 300 ribu ton.

Direktur Keuangan Semen Indonesia Ahyanizzaman mengatakan, meskipun jumlah semen ekspor perseroan meningkat signifikan, tetapi negara tujuan ekspor tidak ada tambahan. Perseroan mengirimkan produksi semennya ke Srilanka, Bangladesh, dan Timur Tengah.

"Untuk Singapura dan Filipina dikirim oleh Thang Long Cement Vietnam, anak usaha perseroan di Vietnam," jelas Ahyanizzaman di Jakarta, Senin (10/8). Menurut dia, Filipina merupakan salah satu pasar semen yang tengah berkembang. Demand domestik Filipina saat ini sudah bertumbuh 40 persen dari tahun lalu.

Selain Filipina, negara yang permintaan terhadap semennya meningkat cukup besar adalah Australia. Ahyanizzman menjelaskan, Australia saat ini sedang memulai clean industry.

"Jadi mereka lebih memilih untuk mengimpor semen," katanya. Saat ini perseroan tengah menjajaki tender menyuplai semen ke Australia.

Keputusan Semen Indonesia untuk mendongkrak penjualan ekspor semennya karena turunnya permintaan semen domestik. Sepanjang semester I – 2015, permintaan semen dalam negeri turun 4 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Dalam skenario terbaik, Semen Indonesia memperkirakan permintaan domestik tahun ini akan tumbuh 1- 2 persen. Dengan proyeksi tersebut, maka permintaan domestik pada semester II – 2015 harus tumbuh sebesar 5- 6 persen.

Menurut dia, dengan mendongkrak penjualan ekspor perseroan tidak perlu menghentikan operasi beberapa pabriknya. Semen Indonesia optimistis seluruh pabrik persroan akan tetap berproduksi apabila pertumbuhan semen nasional tumbuh sesuai ekspektasi hingga akhir tahun ini.

Kinerja
Belum lama ini, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, hingga semester I-2015, perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 3 persen, dibandingkan volume penjualan periode sama tahun lalu. Kondisi ini dipicu oleh penurunan penjualan semen di sejumlah daerah strategis akibat tersendatnya sejumlah proyek infrastruktur pemerintah Indonesia.

Agung menambahkan, manajemen Semen Indonesia telah merevisi perkiraan pertumbuhan industri semen tahun ini dari sebesar 6 persen menjadi 0-1 persen. Dengan demikian, kinerja industri semen pada tahun ini diprediksi hanya akan menyamai penjualan 2014 lalu.

Dia mengungkapkan, tantangan di industri semen juga semakin kompetitf, dengan hadirnya para pemain baru. Sedikitnya, ada empat perusahaan semen yang bakal berproduksi penuh pada 2016, antara lain Semen Merah Putih, Semen Anhui Conch, Siam Cement, dan Semen Pan Asia.

Para pemain baru tersebut menambah daftar perusahaan semen yang beroperasi di Tanah Air menjadi 13 pemain. Adapun, kini pulau Jawa telah dijejali oleh 11 perusahaan semen. "Produk semen selalu terkait dengan brand minded. Semen Indonesia mencoba utuk mempertahankan pangsa pasar di posisi 43 persen," jelas dia.

Agung mengungkapkan, di tengah kondisi industri semen seperti sekarang ini, perseroaan kemungkinan menahan ekspansi yang siginifikan. "Selain meneruskan proyek yang sudah ada, kami belum lagi ada ekspansi baru, mungkin baru bisa di tahun depan. Tergantung kondisi," tandasnya.

Tahun lalu, kapasitas terpasang pabrik Semen Indonesia mencapai 31,8 juta ton. Pada tahun ini diperkirakan menjadi 32,3 juta ton dan meningkat menjadi 38,3 juta ton pada 2016. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon