Kabut Asap Batalkan Penerbangan di Muara Teweh

Rabu, 2 September 2015 | 10:17 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Petugas bersiaga di depan pesawat yang telah disiapkan untuk berangkat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Kalimantan Selatan, Senin (6/10).
Petugas bersiaga di depan pesawat yang telah disiapkan untuk berangkat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Kalimantan Selatan, Senin (6/10). (Antara/Hery Murdy Hermawan)

Muara Teweh - Operasional penerbangan maskapai Susi Air dari dan ke Bandara Beringin Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) dibatalkan, akibat kabut asap yang menutup wilayah itu.

"Penerbangan dari dan ke Muara Teweh terpaksa dibatalkan hari ini, karena kabut asap dari pagi hingga siang ini cukup tebal," kata petugas Bandara Beringin Muara Teweh, Akhmad Sidik di Muara Teweh, Rabu (2/9).

Penerbangan yang batal itu antara lain rute Muara Teweh - Palangka Raya, yang merupakan penerbangan bersubsidi dari pemerintah pusat, dengan frekuensi tiga kali sepekan, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Minggu, dengan harga tiket dewasa Rp 273.300 dan bayi (infant) Rp 32.730.

Kemudian penerbangan reguler dengan jenis pesawat yang sama setiap hari non subsidi Muara Teweh - Balikpapan, Kalimantan Timur dan Muara Teweh - Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan harga tiket di atas Rp 1 juta per orang.

"Akibat kabut asap tebal, jarak pandang vertikal hanya 500 meter (m) dari pagi hingga siang ini. Akibatnya, Susi Air membatalkan keberangkatan ke Muara Teweh," katanya.

Menurut Sidik, meski penerbangan hari ini dibatalkan, namun Bandara Beringin Muara Teweh tidak ditutup, karena menunggu asap berkurang, sehingga bandara bisa dioperasikan lagi.

"Kita berharap, besok kabut asap berkurang, sehingga penerbangan normal kembali," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Guntur Pardede mengatakan, kini pemerintah daerah setempat menetapkan status siaga bencana asap, seiring bertambah tebalnya kabut asap yang melanda daerah setempat akibat kebakaran lahan.

"Dengan status ini, maka pemerintah daerah dan masyarakat diminta siaga terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon