Aviastar Diduga Tabrak Gunung, Kecil Kemungkinan Penumpang Selamat

Senin, 5 Oktober 2015 | 23:52 WIB
MS
WP
Penulis: M Kiblat Said | Editor: WBP
Ilustrasi pesawat Aviastar ditemukan di kawsaan Pegunungan Latimojong, Kabupaten Enrekang,, Sulawesi Selatan
Ilustrasi pesawat Aviastar ditemukan di kawsaan Pegunungan Latimojong, Kabupaten Enrekang,, Sulawesi Selatan (Istimewa)

Makassar - Pesawat twin otter milik maskapai Aviastar yang hilang, Jumat (2/10) ditemukan di sekitar Dusun Gamaru, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, pada pukul 17.00 Wita, Senin (5/10). Pesawat dengan nomor registrasi DHC6/PKBRM sebelumnya terbang dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makasar di Maros.

Pesawat dengan nomor penerbangan MV 7503 yang membawa tujuh penumpang itu diduga menabrak gunung. Pilot Capt Iri Afriadi, Co Pilot Yudhistira dan teknisi Soekris Winarto beserta tujuh penumpang, yakni Nurul Fatimah Muhajir, Lisa Falentin, Riza Arman, M Nasir, Sakhi Arqam, M Natsir serta dua orang bayi Afif dan Raya kecil kemungkinan selamat dalam kecelakaan itu.

"Kalau melihat kondisi pesawatnya yang hancur, kemungkinan pesawat itu menabrak gunung dan terbakar, sangat kecil kemungkinan kru maupun penumpangnya selamat," ujar sumber dari kalangan petugas gabungan Basarnas yang mendekat lokasi jatuhnya pesawat, Senin sore (5/11).

Pesawat ditemukan oleh tim SAR gabungan yang dipimpin Kapolres Luwu AKBP Adex Yusdianto. Tim berusaha menembus belantara Gunung Latimojong yang berketinggian 3.478 dari permukaan laut (dpl) setelah mengumpulkan infomasi dari masyarakat.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya FX Bambang Soelistiyo membenarkan kabar penemuan itu setelah menerima laporan langsung dari Kapolres Luwu. "Iya benar pesawat itu sudah ditemukan dan itu sesuai laporan yang saya terima dari Kepolres Luwu," katanya setelah mengakhiri pencarian lewat udara pada hari ketiga, Senin sore.

Kendati pencarian menjelang Senin malam dihentikan, namun tim penelusuran melalui jalur darat masih terus bergerak menuju lokasi. "Medan jatuhnya pesawat cukup berat, memiliki kemiringan terjal dan hutan lebat sehingga menyulitkan tim pencari mendekati lokasi meski sudah terlihat jelas," kata dia.

Kepala Basarnas mengatakan, akan mengerahkan pesawat dan peralatan menuju lokasi, pada Selasa pagi untuk evakuasi, apakah akan dilakukan melalui jalur darat atau udara.

Sementara itu keluarga korban mendatangai posko di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Namun tak seorangpun yang bisa memberikan penjelasan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon