Keluarga Berharap Aviastar Tanggung Biaya Korban
Selasa, 6 Oktober 2015 | 14:48 WIB
Makassar - Keluarga korban tragedi pesawat Aviastar DHC6, yang jatuh di Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), berharap, pihak Aviastar bisa menanggung biaya korban.
Ayah dari almarhum Risa Arman, yang menjadi korban, yakni Iskandar Basuni, mengatakan sudah mendengar pihak Aviastar bersedia menanggung biaya korban, namun hingga saat ini belum ada komunikasi tentang kepastiannya.
"Kami belum ada komunikasi dengan pihak Aviastar, terkait kepastian pembiayaan korban. Kami tentu berharap, jika memang itu menjadi tanggungjawab Aviastar, maka selayaknya informasi soal itu (membantu biaya korban) dapat direalisasikan," jelasnya, Makassar, Selasa (6/10).
Selain Risma, keluarga juga kehilangan menantu dan cucu dalam kejadian tragis pada Jumat (2/10) tersebut, yakni Lisa Falentin dan Sakhi Arqam.
Mengenai kejadian yang menimpa tiga keluarganya, ia dan keluarga lain mengaku sudah mengikhlaskan kepergian keluarga mereka.
Pihak keluarga juga mengapresiasi seluruh pihak, baik Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat, yang sudah bekerja keras mencari lokasi korban.
"Kami sebagai keluarga tentu sangat berharap, pihak Aviastar betul-betul memenuhi komitmennya membantu para korban seperti informasi di media. Kami juga telah ikhlas dan berharap, kejadian ini tidak terulang kembali," katanya.
Sementara itu, saat ini, keluarga juga masih terus menunggu kedatangan jenazah di Makassar.
Iskandar menjelaskan, jika sudah ada kabar kedatangan jenazah, maka keluarganya akan langsung menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, yang ditunjuk sebagai posko antemortem Aviastar. Pihaknya juga menunggu konfirmasi dari pihak Basarnas.
Dari informasi sementara yang didapatkan pihak keluarga, kata dia, diperkirakan jenazah akan tiba Selasa malam. Pihak keluarga juga berharap, proses evakuasi korban bisa berjalan lancar dan cepat, sesaat tiba di Makassar.
Pesawat Aviastar jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar, dengan nomor penerbangan MV 7503, mengangkut tiga kru pesawat, yakni Kapten Iri Afriadi, Kopilot Yudhistira, dan teknisi bernama Sukris.
Pesawat ini juga membawa tujuh penumpang lainnya, yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M Natsir, Afif (bayi satu tahun), Raya Adawiah (balita tiga tahun).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




