Basarnas Serahkan Seluruh Jenazah Aviastar kepada Polda Sulselbar

Selasa, 6 Oktober 2015 | 20:50 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Tim SAR TNI dan Basarnas mengevakuasi jenazah korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM di Landasan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, 6 Oktober 2015
Tim SAR TNI dan Basarnas mengevakuasi jenazah korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM di Landasan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, 6 Oktober 2015 (Antara/Yusran Uccang)

Makassar - Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) menyerahkan seluruh jenazah korban pesawat Aviastar kepada Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) untuk indentifikasi lebih lanjut guna mengetahui identitas korban.

"Semua jenazah kami serahkan kepada Polda Sulselbar untuk proses indentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara," kata Ketua Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo, dalam keterangan persnya di ruang Pluto Bandara Lanud Hasanuddin, Selasa (6/10).

Menurut dia, pihaknya memberikan 10 jenazah tersebut kepada pihak kepolisian guna mengetahui indentitas Ante Mortem DVI di Rumah Sakit Bhayangkara. Selanjutnya tugas kepolisian akan melakukan kecocokan dengan keluarga korban.

"Seluruh korban yang ditemukan di lokasi dalam kondisi sudah terbakar. Sementara kondisi pesawat hancur dan sebagian terbakar. Rata-rata korban ditemukan berdekatan," katanya kepada awak media.

Untuk lokasi penemuan pesawat di dusun Gumaru, Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu berada pegunungan Pajaja pada ketinggian 7300-7500 kaki.

"Pencarian korban dilakukan selama empat hari, kami kesulitan karena medan 80 persen hutan gunung dan ditempuh perjalanan darat berjalan kaki yang cukup sulit dengan berbukit-bukit dan terjal. Proses evakuasi dilakukan 27 personel," katanya.

Sementara Kapolda Sulselbar Irjen Pudji Hartanto Iskandar dalam kesempatan itu menyatakan apresiasi terhadap kinerja seluruh pihak atas penemuan pesawat Aviastar jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503.

"Sementara jenazah semuanya dibawa ke RS Bayangkara untuk identifikasi lebih lanjut dan mencocokkan identitas. Kami berharap proses identifikasi pada Ante Mortem DVI Mabes Polri dan Biddokes RS Bayangkara," paparnya kepada wartawan.

Mengenai kapan akan selesai proses identifikasi, kata dia, semua diserahkan kepada pihak DVI untuk melakukan pencocokan dan ciri-ciri korban pesawat tersebut.

"Saya tidak tahu kapan selesai, yang jelas secepatnya diketahui karena tim di rumah sakit masih bekerja," papar perwira tinggi itu.

Diketahui 22 dokter forensik dan gigi dari Unhas akan melakukan pemeriksaan di Posko Ante Mortem Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulselbar di RS Bayangkara bersama tim dokter lainnya.

Korban peswat naas tersebut dipiloti Kapten Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Soekris Winarto.

Sementara tujuh penumpang lainnya yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun) dinyatakan tewas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon