Basarnas Serahkan "Black Box" Aviastar ke KNKT
Selasa, 6 Oktober 2015 | 20:56 WIB
Makassar - Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) menyerahkan black box dan serpihan pesawat Aviastar kepada Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dilakukan investigasi kecelakaan pesawat tersebut.
"Temuan black box dan serpihan dan baling-baling pesawat Aviastar ini kami serahkan kepada KNKT guna penyelidikan dan investigasi kejadian terakhir saat kecelakaan," kata Ketua Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo, dalam keterangan persnya di ruang Pluto Bandara Lanud Hasanuddin, Selasa (6/10).
Menurut dia, temuan tersebut memang seharusnya diserahkan kepada KNKT sebagai bentuk penyelidikan dan kewenangan lembaga tersebut dalam menentukan hasil apakah ada kesalahan termasuk kejadian terakhir sebelum pesawat jatuh.
Dirinya juga menyebutkan penemuan pesawat tersebut atas kerja sama seluruh unsur baik dari kepolisian, Basarnas, TNI, relawan, dan masyarakat tim 18 yang ikut membantu dalam pencarian pesawat Aviastar.
"Kami mengucapkan terima kasihh atas prestasi ini selama pencarian empat hari di lokasi kejadian secara tuntas. Kami berharap kekuatan ini tetap dijaga dan bisa bertahan ketika terjadi musibah," paparnya kepada wartawan.
Sementara, Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, kepada wartawan, mengatakan, black box yang diberikan akan segera diproses untuk penyelidikan untuk mengetahui kronoligis dan rekaman terkahir ketika pesawat tersebut terjatuh dan hancur terbakar.
"Untuk penyelidikan dan prosesnya bisa memakan waktu 12 bulan paling lama untuk dilakukan investigasi dan mengetahui sebab terjadinya kecelakaan," sebut dia kepada wartawan.
Selain itu, serpihan pesawat juga akan diteliti dan hanya diambil pada bagian penting, sementara untuk bangkai pesawat akan tetap dievakuasi lebih lanjut guna melengkapi proses investigasi.
Saat ditanya mengenai dengan Emergency Locator Transmitter atau ELT apakah masih berfungsi saat pesawat tersebut kecelakaan, kata dia, kemungkinan rusak pada saat terjadi benturan keras. Diduga pesawat tersebut menghantam Gunung Pajaja, di Luwu.
"Kemungkinan ada benturan keras, namun belum bisa dipastikan apakah menghantam gunung. Nanti hasil investigasi akan membuktikannya," ujar dia.
Korban pesawat nahas tersebut dipiloti Kapten Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Soekris Winarto.
Sementara tujuh penumpang lainnya yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun), sema dinyatakan tewas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




