Keluarga Korban Aviastar Minta Pemeriksaan Jenazah Dipercepat

Selasa, 6 Oktober 2015 | 22:33 WIB
MS
JS
Penulis: M Kiblat Said | Editor: JAS
Petugas mengusung peti jenazah korban Aviastar untuk diserahkan ke Polda Sulselbar di Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa (6/10).
Petugas mengusung peti jenazah korban Aviastar untuk diserahkan ke Polda Sulselbar di Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa (6/10). (Suara Pembaruan/M Kiblat Said)

Makassar - Linangan air mata keluarga para korban jatuhnya pesawat Twin Otter milik maskapai penerbangan Aviastar tak terbendung ketika satu persatu jenazah diturunkan dari pesawat helikopter dan dimasukkan ke dalam peti setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar di Maros, Selasa (6/10).

Pihak keluarga meminta Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Kapolda Sulselbar) Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar agar proses pemeriksaan jenazah oleh DVI itu bisa cepat selesai dan secepatnya pula diserahkan kepada keluarga atau ahli waris korban untuk dimakamkan.

Mendengar permintaan itu, Pudji menenangkan keluarga korban, dia berharap agar semua bersabar karena identifikasi jenazah sangat perlu dilakukan untuk memastikan apakah identitas masing-masing korban sudah sesuai sebelum diserahkan kepada keluarga.

Sepuluh jenazah korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM dengan nomor penerbangan MV7503, itu terdiri dari pilot Capt Iri Afriadi, kopilot Yudhistira dan teknisi Soekris Winarto, tujuh penumpang, masing-masing Nurul Fatimah Muhajir, Lisa Falentin, Riza Arman, M Nasir, Sakhi Arqam, M Natsir serta dua orang bayi Afif dan Raya.

Kepingan pesawat dan jenazah ditemukan, Senin (5/10) berkat informasi petani di Buntu Bajaja, Desa Ulu Salu, kawasan pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, pencarian dilakukan oleh tim SAR yang terdiri dari anggota Polri, TNI, dipimpin Kapolres Luwu AKBP Adex Yusdianto.

Setelah bersusah payah dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat di lereng bukit yang dipenuhi hutan lebat ke dusun terdekat, jenazah lalu diserahkan oleh Kapolres kepada Kepala Basarnas Marsekal Madya FX Bambang Soelistiyo kemudian dievakuasi melalui udara, lima jenazah diangkut menggunakan helikopter milik TNI AD, lima oleh helikopter Bosowa.

Penyerahan jenazah berlangsung dalam suatu upacara yang dipimpin Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FX Bambang Soelistiyo sebelum menyerahkan jenazah itu Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar untuk diidentifikasi.

Penandatanganan berita acara penyerahan dilakukan Marsekal Madya FX Bambang Soelistiyo dan Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar, disaksikan Panglima Kodam VII Wirabuana, Komandan Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Dan Lantamal, KNKT, Kepala Asuransi Jasa Raharja Sulselbar dan keluarga korban.

"Sepuluh jenazah korban Aviastar ini kami serahkan kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk dilakukan identifikasi dan bersamaan ini pula saya nyatakan operasi pencarian korban pesawat Aviastar berakhir hari ini," kata Bambang.

Setelah penyerahan, jenazah diberangkatkan dengan ambulans ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara di Jalan Mappaouddang, Makassar untuk dilakukan pemeriksaan oleh Tim Disaster Victims Investigation (DVI) Polda Sulselbar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon