Basarnas Tutup Operasi Aviastar

Selasa, 6 Oktober 2015 | 23:29 WIB
MS
B
Penulis: M Kiblat Said | Editor: B1

Kepala Basarnas menyerahkan kotak hitam dan serpihan pesawat Aviastar kepada Ketua KNKT, di aula Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa 6 Oktober 2015.
Kepala Basarnas menyerahkan kotak hitam dan serpihan pesawat Aviastar kepada Ketua KNKT, di aula Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa 6 Oktober 2015. (Suara Pembaruan/M Kiblat Said/M Kiblat Said)

Makassar - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FX Bambang Soelistiyo menyatakan operasi evakuasi pesawat Aviastar ditutup.

Hal itu dikemukakan Bambang seusai penandatanganan berita acara penyerahkan jenazah kepada Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makssar di Maros, Selasa (6/10) malam.

"Setelah kami menyerahkan jenazah korban pesawat Aviastar kepada Polda Sulselbar, maka dengan ini operasi pencarian korban Aviastar saya nyatakan berakhir," jelasnya.

Basarnas juga menyerahkan kotak hitam dan serpihan pesawat Aviastar kepada Ketua KNKT Soerjanto, disaksikan Panglima Kodam VII Wirabuana, Komandan Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Dan Lantamal, sejumlah anggota KNKT dan Basarnas, Kepala Asuransi Jasa Raharja Sulselbar.

Bambang mengatakan sangat mengapresiasi usaha dan kerja keras semua unsur yang tergabung dalam tim Basarnas. Tak lupa ia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, Pemda di beberapa daerah dan masyarakat yang aktif memberikan informasi sehingga pesawat yang mengangkut tujuh penumpang dan tiga kru itu dapat ditemukan pada hari ketiga pencarian dan rampung dievakuasi pada hari keempat.

"Semangat kerja sama dalam tim Basarnas ini patut kita pertahankan, saya juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kelompok 18, Ronald dan kawan-kawan yang terlibat dalam operasi pencsarian," katanya.

Ketika ditanya kondisi pesawat dan penumpang di lokasi ditemukannya pesawat itu, Bambang mengatakan bahwa pesawat tersebut hancur dan sebagian terbakar sedangkan korban ditemukan berada sekitar pesawat dalam kondisi terbakar.

Mengenai penyebab jatuhnya pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM dengan nomor penerbangan MV 7503 itu, Ketua KNKT, Soerjanto mengatakan, hasil penelitian kotak hitam dapat diketahui paling lambat 12 bulan ke depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon