Perangi Impor Ilegal, Bea Cukai Diminta Benahi TI

Senin, 12 Oktober 2015 | 17:54 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan paparan petugas Custom Bea Cukai saat meninjau pelayanan di Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PLB) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu (21/1).
Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan paparan petugas Custom Bea Cukai saat meninjau pelayanan di Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PLB) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu (21/1). (Antara/Jessica Helena Wuysang)

Jakarta - Dalam rapat terbatas hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar impor dan perdagangan ilegal diberantas. Salah satu caranya dengan memerintahkan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi melakukan penguatan teknologi informasi (TI) untuk transparansi dan jejak rekam keluar masuknya barang ke Indonesia.

"Dengan sistem TI ini diharapkan di negara pengirim dan penerima sudah terintegrasi dengan baik dan sehingga catatannya itu terekam secara baik dan mudah," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/10).

Selain penguatan TI, Direktorat Jenderal Bea Cukai juga diminta menindaklanjuti proses penegakan hukum dalam hal impor dan perdagangan ilegal.

Sementara Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan pihaknya akan melakukan tugas penegakan hukum dengan tegas. "Penegakan hukum di pelabuhan. Ini akan kita lakukan dengan melalui kegiatan penguatan TI," kata Heru.

Namun, menurut dia, dengan sistem satu pintu dan terintegrasi, maka Direktorat Bea Cukai harus bersama dengan kementerian lain seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk menangani hal ini.

"Sehingga nanti target yang dilakukan oleh Dirjen Bea Cukai betul-betul akurat, yang pada akhirnya akan menghambat masuknya atau bahkan menghilangkan impor ilegal," kata dia lagi.

Dikatakan, penguatan TI dilakukan dengan optimalisasi sistem yang sudah dimiliki. Selain itu dilakukan kerja sama dengan kementerian dan lembaga lainnya, juga koordinasi dengan pihak eksportir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon