Katalis Positif Emiten Semen
Rabu, 21 Oktober 2015 | 04:29 WIB
Jakarta - Konsistensi pemerintah dalam mempercepat pengembangan proyek infrastruktur menjadi faktor utama pendorong peningkatan penjualan semen nasional. Hal itu akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan dan saham emiten semen, seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
Tim riset Danareksa Sekuritas menyebutkan, penjualan semen secara bulanan menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, karena ditopang oleh proyek infrastruktur pemerintah. Hal tersebut mampu menghantarkan total volume penjualan semen nasional yang meningkat selama sembilan bulan tahun ini, dibandingkan realiasi tahun lalu.
Sepanjang September 2015, penjualan semen nasional meningkat sekitar 5,7 persen menjadi 5,7 juta ton, bandingkan dengan bulan Agustus 2015 sebanyak 5,5 juta ton. Sedangkan realisasi penjualan hingga September 2015 masih turun menjadi 42,6 juta ton. Kenaikan permintaan semen terbesar dicatatkan pulau Sumatera atau berbandingkan terbaik dengan pulau Jawa yang justru mengalami penurunan.
"Kami tetap memberikan pandangan optimistis terhadap penjualan semen nasional, seiring dengan komitmen pemerintah untuk pengembangan infrastruktur yang sangat dibutuhkan," tulis tim analis Danareksa dalam risetnya, baru-baru ini.
Danareksa Sekuritas menyebutkan, peningkatan permintaan semen nasional ditopang oleh implementasi beberapa proyek infrastruktur pemerintah, seperti pembangunan ruas tol trans Sumatera Medan-Binjai, Bakauheni-Terbanggi Besar, dan Palembang-Indralaya.
"Kami menilai permintaan semen nasional dalam beberapa bulan mendatang akan lebih tinggi, karena sejumlah proyek tersebut baru tahap permulaan. Oleh karena itu, kami memperkirakan permintaan semen nasional akan tren positif ke depan," ungkap Danareksa.
Terkait daerah pendongkrak permintaan semen, Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa itu datang dari Pulau Sumatera dan Sulawesi. Namun, pangsa pasar semen terbesar masih di Pulau Jawa. Berdasarkan data, permintaan semen pulau Sumatera dan Sulawesi telah bertumbuh masing-masing 0,3 persen dan 0,5 persen sepanjang sembilan bulan tahun ini, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Faktor utama pendorong permintaan semen berasal dari pengembangan sejumlah proyek infrastruktur dan kawasan industri di pulau tersebut.
Meskipun permintaan semen di Pulau Jawa masih turun, Danareksa Sekuritas menilai bahwa itu tidak akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang, seiring langkah pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek infrastruktur di kawasan ini.
Penguat permintaan diharapkan datang dari percepatan pengembangan proyek tol trans Jawa, pembangunan satu juta unit rumah, dan pengembangan proyek dam maupun irigasi.
Pandangan senada diungkapkan analis CIMB Securities Jovent Giovanny. Menurut dia, permintaan semen nasional masih besar dan diproyeksikan tetap berlanjut sepanjang kuartal IV-2015. Ekspetaksi lonjakan permintaan ini ditopang atas pengembangan sejumlah proyek infrastruktur.
"Berdasarkan hasil diskusi dengan kementerin pekerjaan umum dan perumahan rakyat disebutkan bahwa peningkatan konsumsi semen proyek kementerian ini akan meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 3 juta ton selama kuartal IV-2015. Angka itu setara dengan 60 persen dari total konsumsi semen curah secara nasional," tulis Jovent dalam risetnya.
CIMB Securities mencatat pertumbuhan penjualan semen curah sebesar 12 persen sepanjang September 2015. Sedangkan kenaikan penjualan semen curah selama sembilan bulan tahun ini mencapai 7 persen. Bandingkan dengan penjualan semen kemasan yang turun sekitar 3,2 persen.
Menurut Jovent, pertumbuhan permintaan semen di luar pulau Jawa mengalami percepatan. Hal ini tidak terlepas dengan akselerasi berbagai proyek infrastruktur yang telah dicanangkan pemerintah. Berbagai faktor tersebut mendorong CIMB Securities untuk mempertahankan overweight saham sektor semen. Permintaan semen secara nasional sedang mengarah pada tren pertumbuhan.
Semen Indonesia
Produsen semen yang paling diuntungkan atas percepatan pembangunan proyek infrastruktur pemerintah adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). "Dengan jaringan yang tersebar paling luas di Indonesia, kami meyakini Semen Indonesia merupakan produsen semen yang paling diuntungkan atas komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan proyek infrastruktur nasional," tulis tim riset Danareksa.
Berbagai faktor tersebut mendorng Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 14.500. SMGR ditetapkan sebagai saham pilihan teratas untuk saham sektor semen.
Sementara itu, analis RHB OSK Securities Andrey Wijaya mengungkapkan, Semen Indonesia menunjukkan konsistensi pertumbuhan penjualan semen dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini memperbesar peluang perseroan untuk merealisasikan target volume penjualan dan kinerja keuangan sesuai ekspektasi tahun ini.
Andrey memperkirakan rata-rata penjualan semen perseroan sebanyak 86-87 ribu ton per hari hingga minggu ketiga bulan September 2015. Berdasarkan perhitungan tersebut, volume penjualan Semen Indonesia bisa mencapai 2,6 juta ton sepanjang September atau hampir sama dengan realisasi Agustus 2015. Pangsa pasar semen perusahaan pelat merah ini juga diperkirakan naik, bandingkan dengan Agustus 2015 sekitar 48,5 persen.
"Kami menjadi optimistis terhadap penjualan semen Semen Indonesia hingga akhir tahun, menyusul keberhasilan perseroan mempertahankan peningkatan volume penjualan hingga September 2015. Kenaikan ini berlanjut dari bulan Agustus dengan peningkatan sebesar 72 persen dari bulan sebelumnya," jelas Andrey dalam risetnya.
Dengan tren peningkatan volume penjualan tersebut, Andrey yakin target kinerja keuangan Semen Indonesia sepanjang 2015-2016 dapat tercapai. Dia memperkirakan peningkatan pendapatan menjadi Rp 27,88 triliun tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 26,98 triliun. Sedangkan laba bersih diharapkan turun dari Rp 5,56 triliun menjadi Rp 4,68 triliun.
Andrey juga optimistis terhadap kemungkinan perseroan untuk merealisasikan target pendapatan Rp 26,98 triliun dan laba bersih senilai Rp 5,75 triliun tahun depan.
"Kami memperkirakan peningkatan penjualan semen perseroan sekitar 2 persen semen menjadi 29,4 juta ton tahun ini. Sedangkan volume penjualan tahun depan diharapkan naik kembali menjadi 31 juta ton atau setara dengan 5,3 persen dari realisasi tahun 2015," jelas dia.
Andrey memperkirakan volume penjualan semen dari pabrik dalam negeri menyumbang sekitar 26,8 juta ton dan pabrik di Vietnam sekitar 2,6 juta ton hingga akhir tahun. Sedangkan volume penjualan Semen Indonesia dari pabrik domestik diharapkan mencapai 28,4 juta ton atau meningkat sekitar 5,7 persen dan sisanya dari penjualan pabrik semen di Vietnam.
Tips Saham Sektor Semen
Saham Rekomendasi Target harga PE (x) 2015
SMCB hold 2.300 9,5
INTP buy 28.300 12,4
SMGR buy 14.500 10,7
Sumber :Danareksa Sekuritas
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




