Penemu Bangkai Pesawat Aviastar Dapat Penghargaan dari Basarnas

Rabu, 28 Oktober 2015 | 11:29 WIB
MS
B
Penulis: M Kiblat Said | Editor: B1
Kepala Basarnas Marsdya TNI FHB Soelistyo (kanan) menyerahkan serpihan pesawat Aviastar kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (kiri) usai melakukan evakuasi korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 6 Oktober 2015
Kepala Basarnas Marsdya TNI FHB Soelistyo (kanan) menyerahkan serpihan pesawat Aviastar kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (kiri) usai melakukan evakuasi korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 6 Oktober 2015 (Antara/Abriawan Abhe)

Makassar - Tiga puluh enam warga yang dinilai berjasa dalam menemukan jatuhnya pesawat Aviastar di Buntu Pajaja, Dusun Gamaru, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, diberikan penghargaan oleh Basarnas.

Penghargaan Basarnas itu akan diserahkan langsung Kepala Basarnas, Marsekal Madya FH Bambang Soelistiyo bersama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) H Syahrul Yasin Limpo di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (28/1) siang.

Selain warga terdapat puluhan Pegawai Negeri Sipil lingkup Pemda Luwu, anggota Polres dan TNI yang telah mengevakuasi para korban dari medan yang sangat sulit, termasuk diantaranya Kapolres Luwu AKBP Adex Yusdianto yang langsung turun ke lokasi memimpin pencarian setelah mengolah informasi warga.

Saat penandatanganan berita acara penyerahkan jenazah kepada Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makssar di Maros, Selasa (6/10) malam, Bambang sempat menyampaikan terima kasih kepada kelompok 18, Ronald dan kawan-kawan yang sangat membantu tim Basarnas dalam operasi pencarian.

Pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM dengan nomor penerbangan MV 7503 itu dinyatakan hilang, Jumat (2/10), setelah take off dari Bandara Andi Djemma pukul 14.25, sekitar 11 menit kemudian atau pukul 14.36 Wita hilang kontak dari Menara Pemantau Bandara Andi Djemma.

Pesawat ditemukan hancur, Senin (5/10) berkat informasi warga di kawasan pegunungan Latimojong, Luwu, sepuluh korban tewas, Pilot Capt Iri Afriadi, Co Pilot Yudhistira dan teknisi Soekris Winarto, tujuh penumpang, Nurul Fatimah Muhajir dua orang bayi Afif dan Raya, Lisa Falentin, Riza Arman, M Nasir, Sakhi Arqam, M Natsir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon