Program "Eco District", Produksi Sampah Semarang 1.200 Capai Ton Per Hari
Kamis, 5 November 2015 | 07:32 WIB
Semarang - Produksi sampah warga Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) bisa mencapai 1.200 ton per hari. Sebanyak 800 ton masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang, sedangkan lainnya dikelola swasta.
Untuk menampung 800 ton per hari, diperlukan prasarana yang memadai, agar sampah tidak tercecer. Pemerintah Kota Semarang tengah membangun jalur khusus untuk truk yang keluar masuk ke area TPA Jatibarang.
"Kami bangun jalur khusus, agar sampah yang diangkut bisa tertata secara baik. Truk pengangkut pun bisa bergerak teratur, sehingga bisa mempermudah proses pengolahan sampah," ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, Semarang, Kamis (5/11) pagi.
Dijelaskan, sampah yang ditimbun di TPA Jatibarang diharapkan nantinya dapat menjadi energi alternatif dari gas metan yang dikeluarkan. Saat ini, gas metan sudah disalurkan ke beberapa kepala keluarga untuk dimanfaatkan.
Menurutnya, dari 800 ton sampah yang masuk di TPA Jatibarang setiap harinya, 200 ton sampah akan diolah kembali untuk dijadikan pupuk kompos. Hal ini sejalan dengan program eco district yang tengah dikembangkan di Kota Semarang, yaitu untuk mewujudkan Kota yang ramah lingkungan.
Kota Semarang terpilih sebagai salah satu kota yang menjalankan program eco district yang digagas Pemerintah Prancis, yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).
Eco district merupakan salah satu upaya untuk menerapkan delapan atribut Kota Hijau ke dalam dokumen perencanaan tata ruang, sebagai dasar kebijakan pembangunan perkotaan.
Kerjasama eco district yang dijalin Indonesia - Prancis telah dimulai sejak 2013. Eco district membuka peluang investasi Prancis dalam perencanaan perkotaan dengan berbasis kepada aspek ekologis, dengan tujuan untuk menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik, dan menambah nilai ekonomi kota.
Pj Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto, 30 Oktober - 2 November lalu adalah memenuhi undangan pemerintah Prancis terkait program tersebut.
Ulfi mengatakan, dalam kunjungan ke Prancis tersebut, pemerintah Denmark dan Tiongkok tertarik untuk membantu permasalahan sampah di Kota Semarang.
"Tawaran itu masih kami kaji. Dilihat dulu mana yang akan lebih memberikan manfaat dan memberikan energi lebih banyak untuk Kota Semarang, baru diputuskan. Target kami tahun depan sudah ada keputusan," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




