Banjir di India Selatan, 280 Orang Tewas
Sabtu, 5 Desember 2015 | 13:15 WIB
Chennai - Hujan lebat yang mengguyur bagian selatan India selama empat hari terakhir mengakibatkan banjir dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter. Hingga Jumat (4/12), 280 orang dilaporkan tewas akibat bencana banjir.
Petugas penyelamat melaporkan, banjir terparah terjadi di Kota Chennai, Provinsi Tamil Nadu. Banjir tersebut tak hanya membuat warga terisolasi dan kekurangan bahan makanan, tetapi juga tinggal dalam kegelapan karena jaringan listrik terputus.
Departemen Kesehatan Kota Chennai, Tamil Nadu, mengatakan terputusnya jaringan listrik membuat beberapa rumah sakit kesulitan memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, karena generator terendam banjir.
Dokter Rumah Sakit MIOT International melaporkan sedikitnya 14 pasien yang dirawat di ruang gawat darurat tewas setelah banjir mematikan generator yang mendukung sistem penopang hidup bagi para pasien.
"Kami masih perlu menyelidiki penyebab kematian pasien di Rumah Sakit MIOT Internasional," ujar Tamil, Jumat (4/12).
Banjir yang merendam Kota Chennai sempat surut pada Kamis (3/12), namun ketinggian air kembali meningkat setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat. Sebagian besar kota itu masih terendam banjir dengan ketinggian hingga 2,5 meter.
Banyak warga terjebak di atap rumah berhari-hari sejak hujan deras mengguyur wilayah itu pada 1 Desember 2015. Beberapa warga yang mengungsi dari rumahnya terpaksa berlindung di emperan toko dan bawah pohon karena belum mendapat tempat penampungan.
Kementerian Pertahanan menerjunkan 4.000 personel untuk membantu mengevakuasi dan menolong warga yang terjebak banjir. Pemerintah setempat juga mengirimkan helikopter untuk menjatuhkan makanan bagi warga yang terjebak di atap-atap rumah.
Namun hujan deras yang mengguyur Kota Chenai disertai angin kencang pada Jumat, membuat helikopter terpaksa tidak dioperasikan. Tim penyelamat telah mendesak warga untuk meninggalkan kawasan yang terendam banjir.
Ratusan warga ikut mendatangi kawasan yang terendam banjir untuk mencoba menyelamatkan kerabat mereka. Mereka juga menggunakan sekoci dan perahu untuk memasuki kawasan permukiman yang terendam banjir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




