Banjir di India Selatan Akibat Pintu Air Dibuka
Sabtu, 5 Desember 2015 | 13:29 WIB
Chennai - Warga menyayangkan tidak adanya peringatan dini dari pemerintah yang membuka tanggul di pintu-pintu air Kota Chennai, Provinsi Tamil Nadu, yang menyebabkan banjir besar dengan ketinggian air hingga 2,5 meter.
Hujan lebat yang mengguyur bagian selatan India selama empat hari terakhir mengakibatkan telah menyebabkan ribuan orang mengungsi dan 280 orang dilaporkan tewas, 14 diantaranya adalah pasien gawat darurat di sebuah rumah sakit swasta.
Banyak warga memprotes pemerintah karena lambatnya bantuan. Mereka juga menyayangkan tidak adanya peringatan dini dari pihak berwenang yang membuka tanggul di danau-danau sekitar Kota Chennai untuk melepaskan air yang meluap.
Seorang warga di Kota Chennai, V. Raghunathan (60), mengeluhkan kurangnya peringatan dini bagi warga sebelum pemerintah membuka beberapa tanggul dari sekitar 30 pintu air di Kota Chennai.
"Pihak berwajib tidak memberi kami informasi cukup mengenai pelepasan air dari danau terdekat. Banjir datang tiba-tiba, sebelum kami bisa bertindak. Mobil saya sudah tenggelam dan saya harus pindah ke lantai pertama apartemen," kata Raghunathan.
Namun pejabat setempat mengatakan telah mengeluarkan peringatan, namun informasi itu sepertinya tidak menjangkau publik karena terputusnya komunikasi lewat media maupun telepon. Kementerian Dalam Negeri telah memerintahkan beberapa pakar untuk segera menemukan solusi memompa air yang menggenangi permukiman warga.
"Kami mengirimkan pakar-pakar teknis yang akan menemukan solusi untuk memompa keluar air bah. Air harus dikeringkan segera, namun kita tidak tahu bagaimana," kata seorang pejabat kementerian dalam negeri yang menolak disebut namanya.
Akibat banjir yang menggenangi Kota Chennai, pemerintah memindahkan beberapa penerbangan komersial ke pangkalan udara di dekat kota berpenduduk enam juta jiwa itu. Bandara utama di Kota Chennai masih ditutup dan terendam sepenuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




