Program Sejuta Rumah Butuh Dukungan FLPP
Minggu, 13 Desember 2015 | 15:27 WIB
Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) menilai, untuk mendukung kinerja yang berkelanjutan, Program Sejuta Rumah perlu dipertahankan. Selain itu, pemerintah diminta untuk memperbesar porsi anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan/FLPP, agar program yang menjanjikan ini tidak berhenti di tengah jalan.
"Program Sejuta Rumah dengan berbagai kendala harus dipertahankan. Namun, pemerintah harus segera melakukan langkah antisipatif terkait sustainability program ini, jangan sampai berhenti di tengah jalan," ujar CEO IPW, Ali Tranghanda, dalam siaran persnya, Minggu (13/12).
Menurut Ali, dari sisi pembiayaan, saat ini dana untuk FLPP telah habis per Juli 2015 dengan kucuran Rp 5,1 triliun dan dilanjutkan dengan skema selisih bunga (SSB). Tahun depan, pemerintah berencana menggulirkan dana Rp 9,22 triliun untuk FLPP dengan tambahan Rp 200 miliar untuk selisih bunga.
"Skema FLPP ini harus tetap dipertahankan. Seperti kita ketahui, skema FLPP bukanlah semata-mata subsidi yang habis (sunk cost) melainkan pada waktunya akan menjadi dana bergulir yang terus menerus dapat membiayai perumahan rakyat," kata Ali.
Jadi, lanjut dia, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak melanjutkan FLPP. "Dana tersebut, malah dirasakan kurang besar karena dana itu sebenarnya tidak hilang laiknya subsidi," tambah Ali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




