Kondisi Pengojek Korban Peluru "Nyasar" Sudah Membaik
Senin, 14 Desember 2015 | 14:31 WIB
Jakarta - Seorang pengemudi ojek motor yang terkena peluru nyasar pada Minggu (13/12) lalu sudah dalam kondisi stabil dan siuman setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Puri Medika, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sutarsono (44), warga Jalan Kampung Bendungan Melayu No. 52, RT07/RW05, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara menjadi korban peluru nyasar dari anggota Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya yang hendak menindak ratusan pengendara motor yang melakukan konvoi di Tol Wiyoto Wiyono.
Salah satu anggota keluarga korban, Gustiati (54), warga RT01/RW10, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, mengatakan saat itu Sutarsono sedang tertidur di sepeda motornya sembari menunggu calon penumpang di bahu pinggir Jalan Yos Sudarso (Plumpang) dari arah Tanjung Priok menuju Kelapa Gading.
"Nah saat tertidur itu, dia tiba-tiba merasakan panas dan sakit yang tidak terkira di paha kakinya, saat membuka matanya ternyata pada bagian pahanya itu sudah ditembus peluru dan mengeluarkan darah," ujar Gusti, Senin (14/12) siang.
Gusti mengungkapkan, menurut penuturan korban yang sudah siuman dan bisa berbicara, setelah mengetahui ia terkena tembak, teman-teman se-profesinya sebagai tukang ojek langsung menolong korban dan membawanya ke RS Puri Medika yang jaraknya kurang dari 300 meter dari lokasi pangkalan ojek Plumpang.
"Dia bilang kayaknya dirinya sedang sial, makanya bisa kena peluru nyasar, tapi ya syukur alhamdulilah sekarang Tarsono sudah siuman dan kondisinya berangsur-angsur pulih," tambah Gusti.
Hal serupa juga diungkapkan Iwan (42), keponakan korban yang berdomisili di Cempaka Putih. Ia mengungkapkan pamannya sudah siuman dan kondisinya sudah stabil serta bisa berbicara dengan lancar.
"Sekarang masih istirahat. Semoga saja beberapa hari ke depan sudah bisa keluar dari RS," kata Iwan.
Iwan juga menjelaskan segala bentuk jenis biaya dan tagihan RS untuk proses penanganan medis terhadap pamannya itu akan ditanggung oleh Polres Metro Jakarta Utar.
"Saya harap kepada polisi yang melakukan penembakan juga memiliki iktikad baik terhadap paman saya ini Apalagi proses pemulihan korban tertembak itu tidak sebentar," lanjutnya.
Sementara itu, dr Marji selaku Direktur RS Puri Medika, mengatakan pasien yang terkena luka tembak sudah selesai menjalani operasi pada Minggu (13/12) pagi. Peluru yang bersarang di paha sebelah kanan korban sudah diserahkan ke pihak kepolisian sebagai barang bukti.
"Kondisi pasien sudah stabil dan tinggal menunggu proses penyembuhan, kalau kondisinya semakin membaik tidak perlu lama nanti sudah bisa rawat jalan," kata Marji.
Namun demikian Marji melarang para jurnalis untuk memasuki ruang perawatan pasien yang masih terbaring lemas di kamar perawatan Lantai 5 Gedung A, RS Puri Medika.
"Bukannya kita tidak memperbolehkan untuk meliput, tapi terhadap korban pihak kepolisian meminta hanya anggota keluarga saja yang boleh menjenguk, sedangkan untuk para jurnalis belum boleh mewawancara yang bersangkutan langsung," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




