Usai Normalisasi Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Lanjut Bukit Duri

Selasa, 15 Desember 2015 | 07:48 WIB
PP
B
Penulis: Priska Sari Pratiwi | Editor: B1
Suasana di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta, Senin (7/12) pagi. Setelah Minggu malam dilanda banjir, air sudah surut pada Senin pagi.
Suasana di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta, Senin (7/12) pagi. Setelah Minggu malam dilanda banjir, air sudah surut pada Senin pagi. (Beritasatu.com/Priska Sari Pratiwi)

Jakarta - Usai pengerjaan normalisasi Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, pengerjaan normalisasi akan segera dilanjutkan di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan yang berseberangan langsung dengan Kampung Pulo. Pengerjaan normalisasi di Kampung Pulo sendiri saat ini telah mencapai 81 persen dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Teuku Iskandar mengatakan, jika sheet pile atau dinding turap sudah selesai dipasang maka Kampung Pulo dipastikan tidak mengalami banjir besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia tak membantah banjir masih akan terjadi lantaran kawasan Bukit Duri belum dilakukan normalisasi.

"Sekarang baru sisi kanan (Kampung Pulo) yang diselesaikan. Kita koordinasi dengan pemkot Jakarta Selatan untuk sosialisasi warga Bukit Duri terkait normalisasi dan mereka menyambut baik," ujar Iskandar saat meninjau proyek normalisasi di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (14/12).

Dari data yang dihimpun, lanjutnya, ada 97 peta bidang di Bukit Duri yang telah berhasil diinventarisasi. Sedangkan 63 keluarga di antaranya telah bersedia mengikuti pengundian rusun Cipinang Besar Selatan dan rusun Pulogebang.

"Kami sudah sosialisasi di Bukit Duri. Hasil inventarisasi ada 97 peta bidang yang kita utamakan dan sampai kemarin sudah 63 keluarga yang ambil nomor undian untuk pindah ke rusun. Empat di antaranya sudah ambil kunci," jelasnya.

Kondisi bentang sungai di kawasan Bukit Duri yang menyempit, membuat arus air yang datang saat banjir akan "menabrak" dinding tanggul lebih kencang jika pengerjaan normalisasi di Kampung Pulo selesai. "Banjirnya pasti masih ada tapi tanggul ini untuk membentengi saja supaya air yang mengalir tidak besar. Apalagi aliran sungainya berbentuk belokan yang menyempit," imbuhnya.

Tak hanya di Kampung Pulo, lanjutnya, pengerjaan normalisasi Kali Ciliwung saat ini meliputi sembilan kawasan di Jakarta yang kerap tergenang air, yakni di Bukit Duri, Rawa Jati, Kebon Baru, Gang Arus, Kalibata, Bidara Cina, Kampung Melayu, dan Pengadegan.

"Sembilan kawasan ini akan terlindungi dari genangan air apabila normalisasi Kali Ciliwung tuntas dilakukan. Semuanya dikerjakan, hanya masalahnya sekarang adalah pembebasan lahan yang terkena normalisasi belum dapat kita sejajarkan dengan waktu pelaksanaannya," tuturnya.

Sebab, sesuai kebijakan pemda DKI Jakarta, kata dia, warga baru akan direlokasi jika rusun sudah tersedia. "Rusun juga masih terbatas, jadi belum bisa memindahkan warga. Mudah-mudahan 2016 sudah siap sehingga bisa menyelesaikan seluruhnya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon