Batik Winoto Sastro Sabet Penghargaan Bintang Lima OVOP
Selasa, 22 Desember 2015 | 21:14 WIB
Jakarta – Batik Winoto Sastro berhasil meraih penghargaan bintang lima One Village One Product dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Penghargaan tersebut langsung diberikan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
"Peraih penghargaan OVOP bintang lima adalah Batik Winoto Sastro asal Yogyakarta yang konsisten mengembangkan batik tulis, menggunakan pewarna alam dan menyediakan kain serta pakaian batik untuk berbagai kalangan," kata Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah, Selasa (22/12).
Euis menjelaskan, OVOP yang digelar oleh Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian merupakan upaya menggerakkan masyarakat secara bottom-up. Setiap daerah mengolah potensi alam yang dimiliki menjadi produk yang spesifik dan khas dan selanjutnya dipasarkan baik di daerah lokal sendiri, nasional maupun tujuan ekspor.
"Penyelenggaraan OVOP ini merupakan kali kedua setelah tahun 2013 lalu. Tahun ini penerima piagam sebanyak 110 IKM dan yang mendapat bintang lima sebanyak 2 IKM dan bintang empat sebanyak 23 IKM. Sementara itu, penerima Piagam Produk OVOP kategori bintang tiga sebanyak 51 IKM dan kategori bintang dua sebanyak 34 IKM," ulasnya.
Euis mengungkapkan, penerima kategori bintang lima lainnya ialah Mawar Art Shop dari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang memproduksi anyaman dari tanaman lokal, ketak. Perajin menganyamnya menjadi aneka produk seperti tas, tatakan gelas, asesoris peralatan rumah tangga, tempat tisu, hingga pelengkap interior ruang dan diekspor ke Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Italia dan Belanda, selain ke pasar domestik.
Kemenperin mencatat, pembinaan dan pengembangan IKM yang dilakukan sepanjang 2014 telah menghasilkan kontribusi IKM terhadap PDB industri pengolahan non-migas secara keseluruhan sebesar 34,56%.
Angka persentasi ini dapat dicapai berkat dukungan dari sekitar 3,522 juta unit usaha IKM (yang merupakan 90% dari total unit usaha industri nasional). Dengan jumlah unit usaha tersebut, dapat terserap tenaga kerja sebanyak 9,02 juta orang.
Sedangkan nilai ekspor yang dicapai pada tahun yang sama adalah sebesar US$ 19,62 miliar sebagai proses dari investasi yang ditanam sebesar Rp 34,94 triliun, nilai bahan baku sebesar Rp 288,39 triliun, nilai produksi sebesar Rp 615,02 triliun, dan nilai tambah sebesar Rp 252,53 triliun. Hal ini berdampak pada meningkatnya ekonomi nasional serta mengurangi kemiskinan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




