Politikus PDIP Optimistis Kondisi Ekonomi 2016 Semakin Membaik

Senin, 4 Januari 2016 | 15:48 WIB
MS
FH
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FER
Presiden Joko Widodo (tiga dari kiri) bersama (ki-ka) Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama, Ketua OJK Muliaman D Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (kanan), membuka perdagangan saham awal tahun 2016, di Jakarta, Senin (4/1). Mengawali perdagangan perdana 2016, Senin (4/1/2016), IHSG dibuka berkurang 17,048 poin (0,37%) ke level 4.575,960. Indeks LQ45 dibuka mundur 4,621 poin (0,58%) ke level 787,412.
Presiden Joko Widodo (tiga dari kiri) bersama (ki-ka) Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama, Ketua OJK Muliaman D Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (kanan), membuka perdagangan saham awal tahun 2016, di Jakarta, Senin (4/1). Mengawali perdagangan perdana 2016, Senin (4/1/2016), IHSG dibuka berkurang 17,048 poin (0,37%) ke level 4.575,960. Indeks LQ45 dibuka mundur 4,621 poin (0,58%) ke level 787,412. (BeritaSatu Photo/David Gita Roza)

Jakarta - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno, menyatakan, pihaknya berharap situasi perekonomian di 2016 menjadi lebih baik. Terlebih, prediksi berbagai lembaga internasional juga menyatakan demikian.

"Apalagi, tekanan krisis di Eropa dan Jepang telah diatasi. Ekonomi Tiongkok juga mulai membaik," kata Hendrawan, Senin (4/1).

"Karena itu, kami optimistis kondisi perekonomian 2016 diharapkan makin membaik."

Hendrawan memprediksi, tantangan perekonomian Indonesia ke depan tetap terkait dengan persoalan efisiensi dan produktivitas.

"Reformasi birokrasi dan deregulasi harus terus dilanjutkan. Investasi harus terus digenjot," kata dia.

Hendrawan juga mengapresiasi pemerintah yang telah mengeluarkan paket-paket kebijakan ekonomi di tahun 2015. Dia mengingatkan, pemerintahan Jokowi-JK harus menjaga konsistensi kebijakannya.

"Proyek-proyek infrastruktur harus dikawal dengan baik," ujar Hendrawan.

Prinsip yang pasti, menurut Hendrawan, pertumbuhan ekonomi harus inklusif, merata, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Artinya, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi tak lagi hanya sekedar dinikmati segelintir pihak yang sebenarnya sudah kaya.

"Karenanya, dengan pertumbuhan ekonomi, harus dipastikan bahwa kemiskinan dan pengangguran harus dapat dikurangi," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon