Dua Korban Tewas Dibakar di Sumut Ternyata Informan

Selasa, 28 Februari 2012 | 15:36 WIB
FS
B
Penulis: Farouk Arnaz/ Didit Sidarta | Editor: B1
Kadiv Humas Polri Saud Usman Nasution
Kadiv Humas Polri Saud Usman Nasution (Antara)
"Kami luruskan mengenai kasus pembakaran dan penganiayaan terhadap anggota Polri yang terjadi pada saat mereka melakukan penyelidikan bandar Togel di Sumut, Minggu (26/2)."

Markas Besar Polri meluruskan keterangan soal dua orang anggota Direskrim Polda Sumut yang tewas dalam tugas saat hendak melakukan razia judi toto gelap (Togel), yang awalnya diduga anggota polisi, ternyata adalah warga sipil yang selama ini memberikan informasi kepada polisi.

"Kami luruskan mengenai kasus pembakaran dan penganiayaan terhadap anggota Polri yang terjadi pada saat mereka melakukan penyelidikan bandar Togel di Sumut, Minggu (26/2)," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, hari ini.

Dua orang yang sebelumnya disebut sebagai polisi berpangkat brigadir yang tewas dibakar itu adalah Ricardo Sitorus dan Siregar.

"Yang polisi itu hanya Brigadir Albertus Zebua, yang datang bersama dengan empat orang informan yang selama ini membantu beliau dalam mendapatkan informasi, yaitu mendiang Ricardo Sitorus dan Siregar," kata Saud.

Albertus berhasil melarikan diri bersama dengan dua informan lainnya, Moses Mindo Purba dan Bambang Irwanto.

Awal Peristiwa
Peristiwa naas itu terjadi saat Ricardo mendapatkan informasi pada Minggu,  sekitar pukul 18.00 jika Desa Lau Bekri, Kecamatan Kutalimbaru, Deli  Serdang, Sumut jika ada bandar togel berinisial K sedang beraktivitas.
 
Lalu Ricardo memberi tahu Albertus yang kemudian bersama dengan tiga  orang lain menuju ke lokasi menggunakan Toyota Innova  BK 10 HK.
 
"Saat mereka turun, mereka diteriaki maling oleh si bandar togel  tersebut. Di sana saat itu sedang banyak masyarakat yang langsung  mengejar anggota kita dan temannya. Karena massa sangat besar, akhirnya  mereka masuk ke mobil untuk menghindar tapi terus dikejar sekitar 10  sepeda motor yang kemudian berhasil menghadang," tambah Saud.
 
Massa yang marah kemudian menggoyang-goyangkan mobil dan menyuruh  anggota yang ada di dalam mobil untuk turun. Abertus sudah menjelaskan  jika dirinya polisi,  tapi masyarakat tidak percaya dan meminta si  pengendara turun. Setelah turun mereka dipukuli dan berakhir dengan  pembakaran.
 
"Dua informan tersebut tidak bisa lari karena massa lebih besar.  Keduanya di seret dan  dimasukan kedalam mobil kemudian dibakar. Saat  ini Polresta Medan sudah berhasil mengidentifikasi beberapa orang yang  diduga menjadi pelaku penganiayaan dan pembakaran berdasarkan saksi,  bukti, dan rekaman," beber Saud.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon