Polri: Togel Memang Digemari Masyarakat

Selasa, 28 Februari 2012 | 15:49 WIB
FS
B
Penulis: Farouk Arnaz/ Didit Sidarta | Editor: B1
Ilustrasi judi bola
Ilustrasi judi bola (Jakarta Globe)
"Ini merupakan suatu pelajaran bagi Polri.

Kasus penganiayaan dan pembakaran dua orang informan dalam penyelidikan kasus judi toto gelap (Togel) di Sumatera Utara, Minggu, (26/2), dijadikan evaluasi bagi polisi.

Kasus ini juga membuka kenyataan, judi Togel sulit diberantas karena memang digemari masyarakat.

"Ini merupakan suatu pelajaran bagi Polri. Togel yang merupakan permainan perjudian dilarang dalam pasal 303 KUHP. Tapi karena banyak masyarakat yang menyukai judi ini maka dalam memberantasnya banyak resiko dan pengorbanan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, hari ini.

Semakin Canggih
Togel juga semakin canggih. Para bandar bermodalkan sarana  handphone untuk berhubungan dengan pemain dalam melakukan kegiatan  perjudian ini.

"Ini juga evaluasi untuk tim di lapangan untuk bisa memperkirakan  kondisi yang aman. Kalau dianggap resisten seharusnya tidak usah dipaksakan (ditindak dulu), sehingga bisa dikirimkan tim dulu," tambah Saud.

Tak kurang ada sekitar seribu warga yang mengerumuni lokasi kejadian saat mereka membakar dua informan polisi, Ricardo Sitorus dan Siregar.

Aksi anarkistis warga tidak dapat diredam oleh aparat Kepolisian Sektor Kutalimbaru.

Bahkan, Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru sempat dikeroyok warga saat mencoba mengamankan korban.

Kedua jenazah korban baru bisa dievakuasi empat jam kemudian, setelah ratusan personel dari Brimob dan Polresta Medan dikerahkan ke lokasi.

Kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk diotopsi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon