Pelaku Pembakaran Kantor Mesuji Diminta Menyerah
Selasa, 28 Februari 2012 | 18:00 WIB
"Kita sudah identifisir beberapa pelaku."
Markas Besar Kepolisian RI menghimbau pelaku pembakaran perkantoran PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) di Mesuji, Lampung, Sabtu pagi, (25/2), untuk menyerahkan diri, karena polisi mengaku sudah mengidentifikasi para pelaku.
"Kasus di Mesuji, Lampung sudah ditangani Polda Lampung. Tim kita bekerja dengan masyarakat sana untuk mencari pelakunya. Kita sudah identifisir beberapa pelaku. Kita himbau mereka menyerahkan diri," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, hari ini.
Polisi, kata Saud, akan bertindak lebih persuasif sebagaimana arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada para gubernur, walikota, dan polisi di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, beberapa saat lalu supaya kasus sengketa tanah diselesaikan dengan baik-baik dan kepala dingin.
"Permasalahan di pertanahan, kehutanan, perkebunan, dan pertanian harus dituntaskan. Diadakan dialog antara masyarakat dan pengusaha sehingga bisa diselesaikan dengan baik dan bijaksana," kata Saud.
Masalah muncul saat ada pihak ketiga yang memprovokasi, sehingga masyarakat tersulut lagi dan merasa penyelesaiannya terlalu lambat.
Padahal prosesnya masih berjalan dan butuh waktu karena tidak bisa seperti membalik telapak tangan.
Massa yang merusak PT BSMI itu berasal dari Desa Sritanjung, Keagungan dan Nipah Kuning.
Massa ini juga yang menyerang PT BSMI pada November lalu.
Konflik PT BSMI dengan warga tiga desa setempat telah berlangsung sejak 17 tahun lalu.
Warga menuntut adanya perbaikan dan ganti rugi plasma 7 ribu hektar yang sebelumnya dijanjikan oleh perusahaan.
Namun, perusahaan tidak melakukan ganti rugi itu hingga pada November 2011, dan warga berusaha memanen lahan yang mereka klaim milik mereka.
Markas Besar Kepolisian RI menghimbau pelaku pembakaran perkantoran PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) di Mesuji, Lampung, Sabtu pagi, (25/2), untuk menyerahkan diri, karena polisi mengaku sudah mengidentifikasi para pelaku.
"Kasus di Mesuji, Lampung sudah ditangani Polda Lampung. Tim kita bekerja dengan masyarakat sana untuk mencari pelakunya. Kita sudah identifisir beberapa pelaku. Kita himbau mereka menyerahkan diri," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, hari ini.
Polisi, kata Saud, akan bertindak lebih persuasif sebagaimana arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada para gubernur, walikota, dan polisi di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, beberapa saat lalu supaya kasus sengketa tanah diselesaikan dengan baik-baik dan kepala dingin.
"Permasalahan di pertanahan, kehutanan, perkebunan, dan pertanian harus dituntaskan. Diadakan dialog antara masyarakat dan pengusaha sehingga bisa diselesaikan dengan baik dan bijaksana," kata Saud.
Masalah muncul saat ada pihak ketiga yang memprovokasi, sehingga masyarakat tersulut lagi dan merasa penyelesaiannya terlalu lambat.
Padahal prosesnya masih berjalan dan butuh waktu karena tidak bisa seperti membalik telapak tangan.
Massa yang merusak PT BSMI itu berasal dari Desa Sritanjung, Keagungan dan Nipah Kuning.
Massa ini juga yang menyerang PT BSMI pada November lalu.
Konflik PT BSMI dengan warga tiga desa setempat telah berlangsung sejak 17 tahun lalu.
Warga menuntut adanya perbaikan dan ganti rugi plasma 7 ribu hektar yang sebelumnya dijanjikan oleh perusahaan.
Namun, perusahaan tidak melakukan ganti rugi itu hingga pada November 2011, dan warga berusaha memanen lahan yang mereka klaim milik mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




